Mentan dorong seluruh negara G20 berkolaborasi atasi krisis pangan global

Krisis pangan berkaitan erat dengan kemanusiaan yang tidak bisa dibatasi oleh kepentingan apapun.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo atau biasa disapa SYL, mengajak seluruh anggota negara G20 untuk membangun kolaborasi aktif dalam mengantisipasi krisis pangan global. Foto Humas Kementan


Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo atau biasa disapa SYL, mengajak seluruh anggota negara G20 untuk membangun kolaborasi aktif dalam mengantisipasi krisis pangan global. Hal ini ia sampaikan saat dirinya menghadiri acara Joint Finance Agriculture Minister Metting (JFAMM) di Washington D.C, Amerika Serikat (AS) pada Selasa (11/10).

"Ada 3 isu yang saya sampaikan, tetapi intinya adalah krisis pangan 2023 harus terantisipasi dengan baik dan kita harus membuka kerjasama yang kuat antarnegara agar bisa keluar dari tekanan krisis," ujar Mentan dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (14/10).

Syahrul menilai, adanya pertemuan ini yang mempertemukan seluruh Menteri Pertanian dan Menteri Keuangan seluruh dunia sangat penting, karena membahas langkah bersama ke depan dalam menghadapi krisis pangan. Pasalnya kata dia, krisis pangan berkaitan erat dengan kemanusiaan yang tidak bisa dibatasi oleh kepentingan apapun.

"Pertemuan ini (JFAMM) sangat penting karena kita bicara terhadap bagaimana keterkaitan antara kesiapan menghadapi krisis pangan dunia atau apa yang harus kita persiapkan untuk antisipasi agar pertanian di semua negara mampu mengadaptasi dengan baik," katanya.

Dengan demikian, Mentan SYL pun mendorong agar seluruh negara membuka jalur distribusi pangan terbuka. Ini juga diharapkan bisa menjadi solusi untuk mengurangi bahkan menghentikan ketegangan geopolitik dunia.