close icon
Scroll ke atas untuk melanjutkan
Ilustrasi kasus kekerasan/Foto Pixabay
icon caption
Ilustrasi kasus kekerasan/Foto Pixabay
Nasional
Rabu, 22 April 2020 13:47

Kasus Gusdurian dipukul polisi, Propam turun tangan

Pemukulan terjadi terhadap Relawan Gusdurian usai mengantarkan bantuan sembako
swipe

Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur mengaku tengah melakukan penyelidikan atas dugaan pengeroyokan oleh oknum polisi terhadap Relawan Gusdurian saat pembagian sembako.

Kapolres Sumenep AKBP Deddy Supriadi mengatakan, pihaknya tengah mengundang pihak Relawan Gusdurian dan anggota polisi yang diduga terlibat insiden pemukulan pada Sabtu (18/4) malam. 

Pemanggilan pihak Relawan Gusdurian itu dilakukan, Rabu (22/4) pagi tadi. "Kemudian saat ini sedang mengundang pihak Gusdurian termasuk anggota kami dan saksi di lokasi kejadian," ujar Deddy saat dihubungi dari Jakarta, Rabu (22/4).

Dedy menyebut, pemanggilan tersebut dilakukan guna mengklarifikasi kejadian yang sebenarnya. Dalam agenda klarifikasi itu, tim Divisi Provesi dan Pengamanan (Propam) turut dihadirkan.

"Ini untuk dilakukan klarifikasi oleh Divisi Profesi dan Pengamanan di Markas Kepolisian Resor Sumenep," ucapnya.

Untuk diketahui, pemukulan tersebut pertama kali dibeberkan oleh Ketua Umum Gusdurian Peduli Aak Abdullah Al-Kudus. Ia menyebut, pemukulan dialami Faiqul Khair selaku Koordinator Relawan Gusdurian Peduli Sumenep. 

Aak menjelaskan, pemukulan terjadi sekitar pukul 21.30 WIB, saat Faiqul yang didampingi dua rekannya mengantarkan bantuan makanan ke posko PAM Covid-19.

Faiqul kemudian mengambil foto lokasi posko untuk laporan dokumentasi. Selanjutnya, ia dan rekannya meninggalkan posko untuk membeli makan.

Saat itu, ia dihampiri seorang anggota polisi bernama Ismail dari Satlantas Polres Sumenep yang marah dan meminta foto kondisi posko dihapus.

img
Ayu mumpuni
Reporter
img
Fathor Rasi
Editor

Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id

Bagikan :
×
cari
bagikan