Peristiwa

UMKM kian pulih, fondasi ekonomi daerah terdampak bencana semakin kokoh

Kerusakan akibat banjir dan longsor tidak hanya berdampak pada bangunan usaha, tetapi juga menghambat distribusi barang dan aktivitas perdagangan masyarakat.

Sabtu, 18 April 2026 21:01

Aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus menunjukkan tren pemulihan yang kuat. Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) mencatat sebagian besar sektor usaha masyarakat seperti warung, toko, restoran, dan kafe telah kembali beroperasi dan menjadi penopang utama kebangkitan ekonomi penyintas.

Berdasarkan data, tingkat pemulihan aktivitas UMKM di Provinsi Sumatera Barat telah mencapai 100 persen, sementara di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara masing-masing telah mencapai 94,44 persen, dengan 17 kabupaten/kota yang aktivitas ekonominya sudah kembali berjalan normal.

Meski demikian, masih terdapat dua wilayah yang memerlukan perhatian khusus, yakni Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Tapanuli Tengah. Di Kabupaten Aceh Tengah, sedikitnya 13 unit usaha seperti restoran, warung, kafe, dan kedai masih terdampak akibat kerusakan berat yang tersebar di beberapa desa, termasuk di Kecamatan Linge dan Kebayakan. Selain itu, lima unit hotel dan penginapan juga mengalami kerusakan, sehingga aktivitas ekonomi di sejumlah titik belum sepenuhnya pulih.

Sementara itu di Kabupaten Tapanuli Tengah, dampak bencana lebih luas dengan sekitar 2.059 unit usaha terdampak yang tersebar di 14 kecamatan. Kerusakan akibat banjir dan longsor tidak hanya berdampak pada bangunan usaha, tetapi juga menghambat distribusi barang dan aktivitas perdagangan masyarakat.

Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian menegaskan pemulihan UMKM merupakan salah satu indikator utama bangkitnya ekonomi daerah terdampak.

Tim copywriter Reporter
Tim copywriter Editor

Tag Terkait

Berita Terkait