Pemerintah pusat telah menggelontorkan dukungan anggaran besar agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan cepat dan tepat sasaran di daerah terdampak.
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera menegaskan percepatan pemulihan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat lahir dari kolaborasi lintas kementerian/lembaga yang bergerak serentak untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana, termasuk pada sektor pendanaan.
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian mengatakan, pemerintah pusat telah menggelontorkan dukungan anggaran besar agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan cepat dan tepat sasaran di daerah terdampak.
“Pemulihan ini di antaranya perlu anggaran. Anggaran kita berterima kasih kepada Pak Presiden (Prabowo Subianto) karena telah memberikan anggaran tambahan transfer keuangan daerah atau TKD sebanyak Rp10,6 triliun untuk tiga provinsi dan sudah ditransfer semua tuntas,” ujar Tito usai rapat bersama Ketua Tim Pengarah Satgas PRR Pratikno di Jakarta, Selasa (12/5/2026)
Menurut Tito, anggaran tersebut kini berada di pemerintah daerah dan terus dikawal pemanfaatannya agar fokus pada kebutuhan paling mendesak bagi masyarakat terdampak.
“Inilah yang kami kawal. Uangnya ada di daerah-daerah kabupaten, kota, provinsi. Ini yang kami kawal agar perencanaan ini tepat sasaran dan cepat terutama menangani hal-hal yang urgen,” katanya.