Pemerintah Kota Sibolga, Sumatera Utara, mempercepat penyelesaian sejumlah infrastruktur prioritas pemulihan pascabencana yang ditargetkan rampung pada Desember 2026. Penanganan difokuskan pada rehabilitasi drainase, penguatan tanggul Sungai Aek Doras, peningkatan kapasitas instalasi gawat darurat (IGD), serta pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak.
Upaya mengurangi risiko banjir dilakukan melalui rehabilitasi parit di Jalan M. Panggabean. Pekerjaan yang didukung tambahan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp815,66 juta tersebut telah mencapai progres fisik 50 persen. Rehabilitasi diarahkan untuk memperlancar aliran air dan mengurangi potensi genangan ketika hujan berintensitas tinggi.
Perlindungan kawasan permukiman turut diperkuat melalui pembangunan bronjong dan dinding penahan tanggul Sungai Aek Doras di Jalan Maraden Panggabean, Kelurahan Huta Tonga, Kecamatan Sibolga Utara. Pekerjaan Kementerian Pekerjaan Umum itu telah mencapai progres 35 persen dan ditargetkan selesai pada Desember 2026.
Penanganan Sungai Aek Doras menjadi bagian penting dalam pemulihan karena derasnya aliran dari kawasan hulu berpotensi memicu banjir dan erosi. Pembangunan bronjong dan dinding penahan diharapkan memperkuat tebing sungai sekaligus memberikan perlindungan lebih baik bagi masyarakat dan infrastruktur di sekitarnya.
Selain itu, Pemkot Sibolga melaksanakan pelebaran saluran drainase di Jalan Jungjungan Lubis dengan dukungan tambahan TKD sebesar Rp1,4 miliar. Progres pekerjaan telah mencapai 17 persen, meliputi pengerukan dan pelebaran saluran menggunakan ekskavator untuk meningkatkan daya tampung serta memperlancar aliran air.
Pemulihan juga menyentuh layanan kesehatan melalui rehabilitasi IGD RSUD Ferdinand Lumban Tobing. Pekerjaan senilai Rp1,7 miliar yang bersumber dari tambahan TKD tersebut telah mencapai progres fisik 20 persen dan ditargetkan selesai pada 17 Desember 2026.
Rehabilitasi mencakup pelebaran ruang IGD untuk meningkatkan kapasitas dan kenyamanan pelayanan. Setelah pekerjaan selesai, rumah sakit diharapkan dapat menangani pasien gawat darurat dengan lebih cepat serta menyediakan fasilitas kesehatan yang lebih memadai bagi masyarakat Sibolga.
Di sektor perumahan, sebanyak 22 unit huntap dibangun bersama Caritas dengan dukungan anggaran Rp66 juta per unit. Dua rumah telah selesai 100 persen dan lima unit memasuki tahap pembangunan setelah fondasinya berdiri. Sementara itu, pemerintah daerah bersama Caritas terus mencarikan solusi lahan bagi 15 keluarga lainnya yang kesulitan memperoleh bidang tanah sesuai persyaratan ukuran 8 × 10 meter.
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendukung penguatan koordinasi antara pemerintah daerah, kementerian/lembaga, lembaga sosial-keagamaan, dan pelaksana pekerjaan untuk mengurai kendala di lapangan.
“Mengingat pelaksanaan kegiatan telah memasuki Oktober 2026, diperlukan percepatan progres fisik dan realisasi penyerapan anggaran agar seluruh target dapat tercapai sesuai jadwal,” kata Ketua Tim Monitoring dan Evaluasi Khusus Satgas PRR Kolonel Inf Tamimi Hendra Kesuma dalam rapat koordinasi di Kantor Wali Kota Sibolga.
Pemkot Sibolga, lanjut Tamimi, juga didorong memperketat pengawasan berkala, memastikan kelengkapan administrasi, serta menjaga kualitas konstruksi di tengah percepatan pekerjaan. Realisasi anggaran tambahan TKD ditargetkan paling lambat 15 Desember 2026 agar seluruh dukungan pembiayaan dapat segera dikonversi menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan percepatan yang dilakukan secara terpadu, pemulihan Kota Sibolga tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki kerusakan fisik. Pembangunan tersebut juga ditujukan untuk memperkuat perlindungan dari risiko banjir, meningkatkan pelayanan kesehatan, dan memberikan kepastian hunian yang aman dan layak bagi masyarakat terdampak.