Ursula von der Leyen dorong UE lebih mandiri, lepas dari pengaruh global, dan perkuat ekonomi, keamanan, serta reformasi kebijakan luar negeri.
Presiden Komisi Uni Eropa (UE) Ursula von der Leyen menegaskan kawasan Eropa tidak boleh berada di bawah pengaruh negara lain seperti Rusia, Turki, maupun China. Ia menyebut perluasan Uni Eropa sebagai langkah penting dalam menghadapi tantangan geopolitik global.
Berbicara dalam acara peringatan 80 tahun surat kabar Die Zeit di Hamburg, Jerman, von der Leyen menekankan pentingnya memperkuat posisi Eropa di tengah dinamika dunia yang terus berubah.
“Kita harus berhasil melengkapi benua Eropa agar tidak jatuh di bawah pengaruh Rusia, Turki, atau China. Kita harus berpikir lebih besar dan lebih geopolitik,” ujarnya.
Ia juga menyoroti perubahan besar dalam tatanan global. Menurutnya, model lama yang mengandalkan energi murah dari Rusia, tenaga kerja murah dari China, serta perlindungan keamanan dari Amerika Serikat kini tidak lagi relevan.
Von der Leyen menilai Uni Eropa perlu membangun kembali kekuatan ekonomi dan keamanannya secara mandiri.