Pembangunan huntap dilakukan setelah Satgas PRR merampungkan sebagian besar hunian sementara (huntara).
Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera kebut realisasi tahapan pembangunan hunian tetap (huntap) untuk penyintas bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Berdasarkan data Satgas PRR per 26 Februari, pembangunan huntap di tiga daerah terdampak bencana di Sumatera direncanakan sebanyak 17.969 unit, dan sudah terbangun 401 unit. Pembangunan huntap dilakukan setelah Satgas PRR merampungkan sebagian besar hunian sementara (huntara).
Adapun rincian pembangunan Huntap di tiga provinsi tersebut, antara lain: dari 9.430 unit huntap yang direncanakan dibangun untuk penyintas di Aceh, sebanyak 104 unit dalam progres pembangunan. Kemudian, dari 4.493 unit yang direncanakan dibangun untuk penyintas di Sumut, sebanyak 524 unit dalam progres pembangunan. Jumlah ini meningkat dibandingkan pekan lalu yang berjumlah 297 unit per 20 Februari.
Sementara di Sumbar, dari 4.046 unit huntap yang direncanakan dibangun untuk penyintas, sebanyak 817 unit dalam progres pembangunan. Jumlah ini meningkat dibandingkan sebelumnya yang berjumlah 655 unit per 20 Februari.
Angka ini menunjukkan bahwa pembangunan huntap masih berada pada tahap awal konstruksi, mengingat proses pembangunan hunian permanen memerlukan kesiapan lahan, perencanaan teknis, serta infrastruktur permanen sesuai standar bangunan tahan bencana yang lebih kompleks dibandingkan huntara.