sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

14 BUMN raup investasi infrastruktur Rp202 triliun

Dari gelaran IMF-World Bank di Bali, 14 BUMN berhasil meraup investasi infrastruktur senilai US$13,5 miliar setara Rp202 triliun.

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Jumat, 12 Okt 2018 00:57 WIB
14 BUMN raup investasi infrastruktur Rp202 triliun

Dari gelaran IMF-World Bank di Bali, 14 BUMN berhasil meraup investasi infrastruktur senilai US$13,5 miliar setara Rp202 triliun.

Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Forum Koordinasi Pembiayaan Pembangunan melalui Pasar Keuangan (FKP3K), 14 (empat belas) BUMN, dan para investor sepakat menandatangani kerja sama investasi infrastruktur senilai US$13,5 miliar atau setara Rp202 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perkenomoian Darmin Nasution menjelaskan, pembangunan infrastruktur terbukti dapat memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian suatu negara.

Efek tersebut di antaranya muncul dalam bentuk meningkatnya iklim investasi, industrialisasi, mempromosikan sektor pariwisata, hingga mempercepat proses distribusi yang meningkatkan rantai pasok (supply chain).

“Saya menyampaikan apresiasi atas inisiatif Kementrian BUMN, FKP3K, para BUMN, dan para investor sebagai mitra kerjasama investasi pembiayaan infrastruktur di Indonesia.” ujar Darmin di Bali melalui keterangan resmi yang diterima Alinea.id, Kamis (11/10).

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk selalu meningkatkan iklim investasi agar lebih baik.

”Kami akan selalu mendukung agar kerja sama investasi berbagai proyek BUMN dan mitra strategis dalam dan luar negeri dapat berjalan baik,” imbuh Darmin.

Penandatangan kerja sama ini, sambung dia, sangat sejalan dengan salah satu tujuan penyelenggaraan IMF-WB Annual Meeting 2018. Yakni, untuk mempromosikan Indonesia sebagai tempat yang sangat ramah untuk melakukan bisnis dan memiliki banyak peluang untuk berinvestasi, salah satunya dengan bermitra bersama BUMN.

Sponsored

Mantan Gubernur Bank Indonesia ini berpesan, agar proyek-proyek strategis benar-benar memberikan multiplier effect yang maksimal untuk ekonomi Indonesia di jangka menengah dan panjang.

Acara ini menjadi bagian rangkaian International Monetary Fund (IMF)-World Bank Group (WBG) Annual Meeting 2018 di Bali.

Turut hadir dalam kesempatan ini antara lain Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadi Muljono, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, direksi BUMN, serta sejumlah investor yang terlibat. 

Berita Lainnya