sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Sri Mulyani: Selama 2021, 2,61 juta lapangan kerja baru berhasil diciptakan

Penyerapan ini lebih cepat daripada penambahan jumlah pencari kerja baru.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Senin, 31 Mei 2021 15:50 WIB
Sri Mulyani: Selama 2021, 2,61 juta lapangan kerja baru berhasil diciptakan

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, sepanjang 2021 telah terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat, setelah di 2020 terpuruk akibat pandemi Covid-19. Hal ini, terlihat dari terciptanya 2,61 juta lapangan kerja baru di 2021.

"Selama periode 2021, perekonomian menciptakan 2,61 juta lapangan kerja baru. Penyerapan ini lebih cepat daripada penambahan jumlah pencari kerja baru yang meningkat 1,59 juta orang dalam periode yang sama," katanya dalam rapat paripurna DPR, Senin (31/5).

Tak hanya itu, kesejahteraan petani dan nelayan juga mengalami peningkatan. Nilai Tukar Petani (NTP), yang sempat turun di bawah 100 pada periode Mei-Juni 2020, telah kembali menguat di atas 103 hingga April 2021. 

Selaras dengan NTP, indikator kesejateraan nelayan (Nilai Tukar Nelayan/NTN) juga mengalami perbaikan yang mencapai 103,70 pada April 2021. 

"Berbagai langkah kebijakan dalam program penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PC-PEN) telah berhasil menahan dampak negatif pandemi di tahun 2020 dan 2021," ujarnya.

Peningkatan kesejahteraan ini juga mulai terlihat dari beberapa indikator, misalnya capaian indeks pembangunan manusia (IPM) Indonesia pada 2020 naik sebesar 0,02 poin menjadi 71,94 dari 71,92 pada 2019. 

Lalu, Angka Rasio Gini kembali mengalami kenaikan pada 2020 menjadi 0,385. 

Memasuki 2021, seiring dengan tren pemulihan pertumbuhan ekonomi, indikator-indikator kesejahteraan masyarakat mulai menunjukkan perbaikan. 

Sponsored

Tingkat pengangguran sempat naik di Agustus 2020 ke 7,07%, namun pada Februari 2021, tingkat pengangguran telah turun menjadi 6,26%. 

"Momentum ini perlu terus kita dorong agar penghasilan rumah tangga, khususnya yang miskin dan rentan, kembali meningkat. Tingkat kemiskinan diharapkan akan kembali menjadi single digit," ucapnya.

Berita Lainnya