logo alinea.id logo alinea.id

20 perusahaan sudah siap listing

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 20 calon emiten sudah masuk dalam pipeline untuk melantai di BEI pada tahun ini.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Kamis, 11 Apr 2019 12:31 WIB
20 perusahaan sudah siap listing

Sembilan perusahaan telah melangsungkan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) sepanjang tahun ini.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 20 calon emiten sudah masuk dalam pipeline untuk melantai di BEI pada tahun ini.

Perusahaan tersebut berasal dari berbagai sektor. Dari sektor properti, real estate, and building construction PT DMS Properti, PT Bliss Properti Indonesia, PT Hotel Fitra International, Pt Bima Sakti Pertiwi.

Perusahaan yang bergerak di sektor trade, service and investment, yaitu PT Menteng Heritage Realty, PT Yomari Eksis Indonesia, PT Bali Bintang Sejahtera, PT Surya Fajar Capital, PT Eastparc Hotel, PT Hensel Davest Indonedia, dan PT MNC Vision Networks.

Selain itu, ada perusahaan  di sektor jasa keuangan PT Fuji Multifinance. Kemudian, perusahaan di sektor infrastruktur, utilitas dan transportasi ada PT Communications Cable Systems Indonesia, PT Jasnita Telekomindo, dan PT Krida Jaringan Nusantara.

Selanjutnya, pipeline perusahaan di sektor aneka industri ada PT Golden Flower. Sektor basic industry and chemicals ada PT Darmi Bersaudara.

Adapun sektor mining ada PT Ifishdeco dan PT Dana Brata Luhur, terakhir sektor consumer goods industry, ada PT Indonesian Tobacco.

Di luar itu, ada satu perusahaan di bidang properti telah listing pada hari ini, yaitu PT Capri Nusa Satu Properti.

Sponsored

PT Capri Satu Nusa Properti Tbk. (CPRI) resmi dicatatkan dan diperdagangkan di BEI pada Kamis (11/4). Perusahaan di bidang properti ini, menjadi emiten ke-9 di BEI pada 2019 atau perusahaan tercatat ke-628. 

Pada pencatatan perdana ini, saham CPRI naik 24% atau Rp30 ke level Rp155. Saham MTPS ditransaksikan sebanyak 89 kali dengan volume sebanyak 181.650 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp2,78 miliar.

Direktur Utama PT Capri Satu Nusa Properti Tbk. Jansen Surbakti mengatakan, jumlah saham perseroan yang dilepas ke publik mencapai 683.375.000 unit. Jumlah saham itu sebesar 28,08% dari modal disetor dan ditempatkan CPRI setelah IPO. Dari aksi korporasi ini, perseroan memperoleh dana segar senilai Rp85,42 miliar.

Dana dari hasil IPO tersebut antara lain, digunakan untuk menyelesaikan proyek convention center dan perkantoran di Jatiwaringin, Jakarta Timur. 

"Selain itu, dimanfaatkan untuk pembangunan resort and spa berstandar internasional di Nusa Penida, Bali," kata dia dalam keterangan resmi yang diterima Alinea.id, Kamis (11/4).

Dalam aksi korporasi ini, CPRI menunjuk PT UOB Kay Hian Sekuritas sebagai perusahaan penjamin pelaksana emisi efek.