sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

3 kunci menjadikan UMKM kekuatan ekonomi nasional saat pandemi

Bank Indonesia (BI) senantiasa mendukung pemerintah menjadikan UMKM sebagai kekuatan baru perekonomian nasional.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Jumat, 28 Agst 2020 14:05 WIB
3 kunci menjadikan UMKM kekuatan ekonomi nasional saat pandemi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 406.945
Dirawat 58.868
Meninggal 13.782
Sembuh 334.295

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, terdapat tiga kunci sukses untuk menciptakan nilai tambah bagi industri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan menjadi kekuatan ekonomi nasional di era digital.

"Kreativitas, digitalisasi, dan sinergi merupakan kunci untuk menciptakan nilai tambah dalam memajukan UMKM sebagai kekuatan baru perekonomian nasional di era digital," katanya dalam video conference pembukaan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2020, Jumat (28/8). 

Dia menguraikan, pertama dari sisi kreativitas adalah dengan meningkatkan nilai tambah produk UMKM. Kedua, digitalisasi melalui inisiasi UMKM Go Digital dan integrasi ekonomi keuangan digital melalui infrastruktur sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman dan andal. Ketiga, sinergi kebijakan nasional pusat dan daerah dengan memprioritaskan sektor-sektor, memperkuat model bisnis yang terintegrasi, dan secara end to end mendorong kemajuan UMKM. 

"Bank Indonesia (BI) senantiasa mendukung pemerintah menjadikan UMKM sebagai kekuatan baru perekonomian nasional," ujarnya.

Sementara itu Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki, menegaskan pentingnya kerja sama antara Kementerian/Lembaga (K/L), BI, perbankan, dan otoritas terkait lainnya untuk menyiapkan UMKM yang siap bersaing di pasar global dan domestik. 

Sedangkan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama, menyampaikan pentingnya menjadikan momentum pandemi Covid-19 sebagai kesempatan mengakselerasi penggunaan teknologi digital dalam bisnis, khususnya optimalisasi pemasaran digital melalui platform e-commerce Indonesia.

"Karena itu kami mendorong para pelaku usaha melakukan transformasi digital. Diharapkan produk-produk buatan Indonesia ini berkompetisi di luar negeri. Bukan hanya di Indonesia," ujarnya.

KKI 2020 sendiri diselenggarakan dengan konsep virtual dan dilakukan secara berseri, yaitu Seri I Sinergi untuk UMKM Ekspor (28-30 Agustus 2020), seri II Sinergi untuk UMKM Digital (Oktober), dan seri III Sinergi UMKM untuk Sahabat Milenial (November). 

Sponsored

KKI 2020 seri 1 ini diikuti oleh 377 UMKM binaan Bank Indonesia yang terdiri atas 127 pengerajin Kain, 132 pengusaha makanan dan minuman, 74 pelaku Kriya, dan 44 UMKM Kopi.

Berita Lainnya