sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

5 strategi pemerintah jaga pertumbuhan ekonomi 5,05%

Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga di kisaran 5,05% hingga akhir tahun 2019.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Selasa, 29 Okt 2019 13:45 WIB
5 strategi pemerintah jaga pertumbuhan ekonomi 5,05%
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 502.110
Dirawat 63.722
Meninggal 16.002
Sembuh 422.386

Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga di kisaran 5,05% hingga akhir tahun di tengah ketidakpastian kondisi global. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo prediksi menyebut hal ini bisa dicapai dengan lima strategi yang sudah disiapkan pemerintah.

Pertama, melakukan sinergi ekonomi yang kuat dengan bauran kebijakan antara Bank Indonesia, Kementerian Keuangan (kemenkeu), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan dunia usaha.

"Sinergi itu yang saya kira mampu menjaga stabilitas dan ketahanan keuangan indonesia dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang relatif baik," kata Perry di Jakarta, Selasa (39/10).

Hal ini katanya terlihat dari inflasi yang masih tetap terjaga rendah di level 3,39% secara tahunan (year on year/yoy), nilai tukar rupiah yang cenderung stabil, serta stabilitas keuangan yang terjaga. Dia juga mengatakan BI telah memangkas suku bunga menjadi 5% untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.

"BI sudah turunkan suku bunga berturut-turut dan kita relaksasi makroprudensial. Dari Kementerian Keuangan pun memberikan stimulus fiskal pengeluaran anggaran yang terus didorong meskipun memang defisit fiskal sedikit naik dari 1,7% ke 2,2%, tapi masih terkendali," ucapnya.

Kedua, pemerinta terus mencari sumber pertumbuhan ekonomi baru dengan pengembangan kawasan manufaktur baik dari otomotif, tekstil, elektronik, mendorong pariwisata, dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Selain itu, memanfaatkan ekonomi keuangan digital dan potensi kemaritiman sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia. 

Ketiga, terus melakukan transformasi ekonomi dengan pemangkasan izin investasi dan juga pengembangan infrastruktur untuk mendorong pengembangan kawasan ekonomi dan pariwisata.

"Reformasi dan transformasi ekonomi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, khususnya untuk sumber pertumbuhan ekonomi baru," jelasnya.

Sponsored

Keempat, terus menggalang kerjasama dengan berbagai negara, baik bilateral maupun regional untuk mendorong perdagangan dan investasi, baik melalui ASEAN, APEC, atau bilateral free trade agreement (FTA) dengan Australia, Uni Eropa. 

"Juga mencari pasar baru termasuk Afrika, sehingga kita bisa memperkuat sumber pertumbuhan dari luar negeri, baik melalui perdagangan maupun investasi," tuturnya.

Kelima, memperkuat kerjasama regional dalam sektor keuangan dan memperkuat ketahanan regional melalui ASEAN+3 dengan Jepang, China, Korea Selatan dalam bentuk Chiang Mai multilateralisme yang disebut melalui regional financial regimen.

"Ini bisa memperkuat ketahanan tidak hanya untuk negara, tapi suatu kawasan yaitu ASEAN+3, dan kerjasama keuangan. Itu koordinasi dan kerjasama dengan global," ucapnya.

Menjinakkan La Nina demi ketahanan pangan

Menjinakkan La Nina demi ketahanan pangan

Senin, 23 Nov 2020 16:42 WIB
Efek domino kekerasan perempuan berbasis online

Efek domino kekerasan perempuan berbasis online

Minggu, 22 Nov 2020 14:48 WIB
Berita Lainnya