sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

6 strategi Bappenas untuk transformasi ekonomi Indonesia di 2021

Sasaran pembangunan nasional 2021 mencakup dua komponen kunci, yakni pemulihan ekonomi dan meningkatnya kualitas sumber daya manusia.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Selasa, 29 Des 2020 16:48 WIB
6 strategi Bappenas untuk transformasi ekonomi Indonesia di 2021
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mencanangkan enam strategi untuk mendorong transformasi ekonomi Indonesia di 2021, agar menjadi pengungkit perekonomian di tahun depan.

"Untuk meningkatkan trajectory perekonomian Indonesia, terutama untuk ke luar dari middle income trap, kalau kita tidak melakukan transformasi ekonomi, kita tidak bisa mengembalikan produk domestik bruto kembali ke saat sebelum krisis," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (29/12).

Adapun strategi pertama adalah menciptakan SDM berdaya saing yang meliputi sistem kesehatan, pendidikan, serta riset dan inovasi. Strategi kedua meningkatkan produktivitas sektor ekonomi mencakup industrialisasi, produktivitas UMKM, dan modernisasi pertanian. 

Strategi ketiga, ekonomi Hijau meliputi ekonomi rendah karbon, blue economy, dan transisi energi yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan energi yang meningkat, membuka kesempatan kerja hijau yang lebih berkelanjutan, dan mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca. 

Strategi keempat, melakukan transformasi digital terdiri atas, infrastruktur digital, pemanfaatan digital, dan penguatan enabler. Strategi kelima, integrasi ekonomi domestik meliputi economic powerhouse dengan fokus pada infrastruktur konektivitas: superhub, hub laut, hub udara, serta domestic value chain. 

"Strategi keenam, pemindahan Ibu Kota Negara sebagai sumber pertumbuhan baru dan penyeimbang ekonomi antar wilayah," ujarnya.

Di lain sisi, hasil perhitungan Bappenas menunjukkan, pandemi Covid-19 mengakibatkan kehilangan daya beli masyarakat akibat loss of income mencapai Rp374,4 triliun, karena penurunan jam kerja di sektor industri dan pariwisata. Pandemi Covid-19 juga menyebabkan tingkat utilisasi industri turun hingga 55,3% dari titik sebelumnya, yakni 76,3%. 

"Kunci dari transformasi ekonomi adalah mengubah struktur perekonomian dari sektor dengan produktivitas lebih rendah menjadi sektor dengan produktivitas tinggi. Terkait kebutuhan investasi, di 2021, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh 5% sehingga butuh investasi Rp5.800-Rp5.900 triliun,” ucapnya.

Sponsored

Suharso pun menambahkan, transformasi ekonomi juga bisa dicapai melalui TPB/SDGs, meski capaiannya kini terdampak pandemi Covid-19 dari segi lingkungan, sosial, hingga ekonomi. 

Namun demikian, lanjutnya, capaian TPB/SDGs Indonesia patut diapresiasi mengingat Indonesia adalah satu dari enam negara dengan perumusan voluntary national review terbaik. 

Indonesia juga berhasil mencatatkan Laporan Tujuan SDGs 16, yaitu perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh sebagai salah satu yang terbaik di dunia. 

Berdasarkan Laporan Pelaksanaan TPB/SDGs Indonesia 2019 yang diluncurkan Menteri Bappenas pada 22 Oktober 2020, pencapaian pelaksanaan TPB/SDGs tergambar dari 280 indikator, sekitar 52% telah mencapai target yang ditetapkan dalam RAN 2017-2019, 18% menunjukkan tren akan membaik, dan 30% yang memerlukan perhatian khusus. 

Perhatian khusus terkait capaian TPB/SDGs antara lain laju penurunan tingkat kemiskinan yang semakin melambat, prevalensi stunting, wasting, dan defisiensi zat-zat gizi mikro yang masih relatif tinggi pada anak balita, peningkatan kualitas pembelajaran, dan pemanfaatan energi yang lebih efisien.

Adapun, sasaran pembangunan nasional 2021 mencakup dua komponen kunci. Pertama, pemulihan ekonomi dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5%, tingkat pengangguran terbuka sebesar 7,7%-9,1%, rasio gini sebesar 0,377-0,379, dan penurunan emisi gas rumah kaca menuju target 29,85% hingga 30,64% di 2030. 

Kedua, meningkatnya kualitas sumber daya manusia dan terjaganya daya beli masyarakat dengan target Indeks Pembangunan Manusia sebesar 72,78-72,95 dan tingkat kemiskinan sebesar 9,2%-9,7%. 

Berita Lainnya