sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Survei BPS: 82,85% pelaku usaha alami penurunan pendapatan akibat Covid

Tercatat sebanyak 82,85% pelaku usaha menyatakan mengalami penurunan pendapatan akibat Covid-19.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 15 Sep 2020 14:27 WIB
Survei BPS: 82,85% pelaku usaha alami penurunan pendapatan akibat Covid
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 291182
Dirawat 61839
Meninggal 10856
Sembuh 218487

Survei dampak Covid-19 pada pelaku usaha yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Juli 2020 menunjukkan, pandemi Covid-19 memukul dunia usaha. Tercatat sebanyak 82,85% pelaku usaha menyatakan mengalami penurunan pendapatan akibat Covid-19.

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengatakan, sebanyak 84,2% usaha menengah kecil (UMK) dan 82,29% usaha menengah besar (UMB) cenderung mengalami penurunan pendapatan sejak pandemi terjadi.

"Secara umum Covid-19 memukul UMK maupun UMB. Hanya 13% UMK dan 14% UMB yang menyatakan pendapatannya masih tetap," kata Suhariyanto, Selasa (15/9).

BPS mencatat, sektor-sektor yang mengalami penurunan pendapatan curam akibat pandemi adalah sektor akomodasi dan makanan dan minuman yang turun 92,47%, kemudian jasa lainnya turun 90,90% dan pergudangan dan transportasi turun 90,34%.

"Kalau opini ini kita sandingkan dengan pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2020, maka sangat sejalan. Di mana pada kuartal II-2020 sektor pertumbuhan ekonomi yang mengalami kontraksi paling tajam itu adalah di transportasi dan pergudangan yang negatif 30,84%, makanan dan minuman yang negatif 22,02%," ujarnya.

Sementara berdasarkan provinsi, Bali, DI Yogyakarta, Banten, dan DKI Jakarta menjadi empat provinsi yang pelaku usahanya banyak mengalami penurunan pendapatan.

BPS juga mencatat, ada berbagai adaptasi yang dilakukan dunia usaha saat pandemi, termasuk keputusan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Keputusan melakukan PHK itu langkah terakhir yang diambil pelaku usaha, baik UMK maupun UMB. Sebanyak 30% dari UMK dan 47% UMB tercatat melakukan pengurangan jam kerja.

Langkah lain yang dilakukan pengusaha adalah melakukan diversifikasi usaha, dalam bentuk penambahan jenis produk maupun penambahan lokasi usaha. Sebanyak 16% UMK dan 11% UMB melakukan hal tersebut.

Sponsored

Sedangkan mengenai optimisme dunia usaha, BPS mencatat sebanyak 42% pelaku usaha mengaku hanya dapat bertahan tiga bulan tanpa bantuan sejak Juli 2020. Sementara 58% pelaku usaha mengaku bisa bertahan lebih dari tiga bulan tanpa bantuan.

"Tetapi 42% adalah persentase yang besar, karena itu ini perlu sorotan. Berbagai program yang sudah dirancang pemerintah harus diimplementasikan dengan baik, sehingga pelaku usaha bisa optimis menghadapi pandemi," tuturnya.

Adapun mengenai bantuan yang dibutuhkan, sebanyak 69,02% UMK mengharapkan bantuan berupa modal usaha. Kemudian 41,18% UMK menginginkan keringanan tagihan listrik untuk usaha. Sedangkan 43,53% UMB menginginkan keringanan tagihan listrik dan sebanyak 40,32% UMB menginginkan relaksasi pembayaran pinjaman. 

Berita Lainnya

, : WIB

, : WIB

, : WIB