sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ada coronavirus, BI optimistis ekonomi RI 2020 bisa tumbuh 5,2%

Berbagai stimulus fiskal diyakini bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Rabu, 11 Mar 2020 14:30 WIB
Ada coronavirus, BI optimistis ekonomi RI 2020 bisa tumbuh 5,2%
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 543.975
Dirawat 71.420
Meninggal 17.081
Sembuh 454.879

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo tetap optimistis pertumbuhan ekonomi pada 2020 bisa mencapai 5,2%, meskipun wabah virus corona atau Covid-19 mulai menjangkit Indonesia.

Perry mengatakan target pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,2% tercapai apabila pemerintah dan BI mampu mendorong efektivitas dari berbagai stimulus fiskal dan moneter yang telah dikeluarkan.

“Kalau masih bisa di-push stimulus fiskalnya, turunkan suku bunga ditambah likuiditas, pertumbuhan ekonomi masih bisa 5,2%," kata Perry di Jakarta, Rabu (11/3).

Perry menuturkan sebenarnya BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2019 sebesar 5,1%, namun melalui kebijakan dan stimulus fiskal baru, maka mampu mencapai 5,2%.

Perry merinci BI memproyeksikan pertumbuhan untuk triwulan-I sebesar 4,9%, triwulan-II 5%, triwulan-III 5,1%, dan triwulan-IV sebesar 5,2%. Sehingga secara keseluruhan dapat mencapai 5,1% untuk 2019 ini.

“Kenapa kemarin kami usulkan 5%-5,2% karena sudah memperhitungkan dampak virus corona sampai dengan Rapat Dewan Gubernur BI bulan lalu dengan stimulus policy monetary dan stimulus fiskal,” katanya.

Di sisi lain, Perry menyatakan, pihaknya akan membuat kalkulasi lebih lanjut dengan memantau perkembangan wabah virus corona di Indonesia.

Ia mengatakan akan mengumumkan perkembangan terbaru terkait pertumbuhan ekonomi tersebut saat Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada pekan depan.

Sponsored

“Tapi dengan merebaknya tadi kami kalkulasi lagi karena kami masih proses kalkulasi nanti kami umumkan hari kedua RDG pada pukul 14.00 WIB. Mungkin akan lebih rendah dari itu karena dampaknya lebih luas dari yang kita perkirakan,” katanya.

Berita Lainnya