sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ada vaksin Pfizer, Wimboh Santoso minta pengusaha bersiap

Tinggal masalah waktu saja untuk menuju pemulihan ekonomi.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 10 Nov 2020 13:17 WIB
Ada vaksin Pfizer, Wimboh Santoso minta pengusaha bersiap
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 882.418
Dirawat 138.238
Meninggal 25.484
Sembuh 718.696

Perusahaan farmasi Pfizer menyatakan pada Senin (9/11), hasil uji coba vaksin Covid-19 yang dikembangkan perseroan bersama perusahaan asal Jerman, BioNTech, mengalami keberhasilan lebih dari 90%.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, dengan kabar tersebut pemerintah akan berusaha agar orang Indonesia bisa mendapatkan vaksin tersebut. Selain itu, kabar ini menurutnya bisa memberikan kepercayaan ke pengusaha, tinggal masalah waktu saja untuk menuju pemulihan ekonomi.

"Sehingga pengusaha harus lebih dini mengantisipasi ini, jangan ketinggalan kereta," kata Wimboh berbicara dalam forum diskusi sektor keuangan, Selasa (10/11).

Dia melanjutkan, pengusaha mulai saat ini harus siap-siap berhitung, menyiapkan pegawai, memanasi mesin, dan menyiapkan infrastruktur lainnya, sehingga tidak ketinggalan kereta. Sementara dari sektor keuangan, Wimboh mengatakan sudah siap dengan likuiditas yang cukup untuk melakukan pembiayaan.

"Kalau ada kendala silakan kita berdialog. Jadi ini memberikan sentimen positif untuk para pengusaha untuk bangkit dan kami yakin bisa," ujarnya.

Dengan adanya vaksin, hal ini juga akan memberikan kepercayaan bagi ekonomi global untuk tumbuh. Sehingga, eksportir Indonesia juga akan mendapatkan manfaat dari pertumbuhan ekonomi global tersebut. Dia juga meminta eksportir menyiapkan suplai barang ekspor yang selama ini turunnya cukup drastis.

Untuk diketahui, dilansir dari Reuters, Pfizer akan mengajukan izin penggunaan darurat vaksin mereka, untuk penduduk berusia 16 tahun hingga 85 tahun ke Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat. Jika izin tersebut didapatkan, rencananya perseroan akan memproduksi 50 juta dosis vaksin tahun ini.

Jumlah tersebut setidaknya cukup untuk melindungi 25 juta orang. Setelah itu, perseroan berencana memproduksi 1,3 miliar dosis vaksin pada 2021.

Sponsored
Berita Lainnya