sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

ADB prediksi pertumbuhan ekonomi 2019 hanya 5,1%

Asian Development Bank (ADB) menyatakan ekonomi Indonesia mengalami perlambatan karena penurunan ekspor.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Rabu, 25 Sep 2019 14:47 WIB
ADB prediksi pertumbuhan ekonomi 2019 hanya 5,1%
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 534.266
Dirawat 66.752
Meninggal 16.825
Sembuh 445.793

Asian Development Bank (ADB) atau Bank Pembangunan Asia Perwakilan Indonesia menurunkan proyeksi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 dari 5,2% menjadi 5,1%.

“ADB merevisi proyeksi ekonominya untuk Indonesia dengan pertumbuhan yang menurun tipis ke 5,1%. Itu turun dari sebelumnya 5,2%pada 2018,” kata Kepala Perwakilan ADB untuk Indonesia Winfried Wicklein saat ditemui di Jakarta, Rabu (25/9).

Menurut Winfried, pelambatan tersebut disebabkan oleh adanya penurunan kinerja ekspor dan pelemahan investasi domestik. Namun demikian, dia optimistis pertumbuhan akan kembali membaik pada 2020 yaitu sekitar 5,2%.

Winfried menjelaskan kemungkinan adanya peningkatan ekonomi Indonesia pada 2020 tersebut dipicu oleh konsumsi domestik yang kuat serta perbaikan investasi setelah masa pemerintahan baru.

“Konsumsi yang kuat akan membuat Indonesia mampu meneruskan pertumbuhan ekonominya pada tahun ini dan tahun depan,” ujarnya.

Winfried menuturkan melalui belanja konsumen diharapkan dapat mempertahankan pertumbuhan yang kuat dengan ditopang oleh naiknya pendapatan rumah tangga, lapangan kerja, dan inflasi yang rendah.

Ia memperkirakan inflasi akan tetap stabil sebesar 3,2% untuk 2019 dan 3,3% pada 2020 sehingga dapat membantu mempertahankan momentum belanja swasta.

“Inflasi inti mungkin akan tetap terjaga dan harga pangan juga tidak berubah,” ujarnya

Sponsored

Ia melanjutkan, secara keseluruhan fundamental perekonomian Indonesia masih solid dibuktikan dengan posisi fiskal yang dikelola dengan baik, harga-harga yang stabil, dan cadangan devisa pada posisi yang cukup aman.

Di sisi lain, tetap diperlukan investasi yang lebih kuat untuk mendorong pertumbuhan dengan fokus pada daya saing dan pengembangan sumber daya manusia.

Winfried memperkirakan sektor investasi memiliki kemungkinan untuk terus menguat sampai menjelang akhir 2019 karena adanya kemajuan pembangunan proyek-proyek strategis nasional dalam rangka meningkatkan jaringan infrastruktur.

Selain itu, pemangkasan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia baru-baru ini yang menjadi 5,25% juga berpeluang memberikan suntikan tenaga bagi pertumbuhan kredit sehingga investasi swasta akan terus membaik.

“Hal itu seiring dengan ekspektasi berbagai kebijakan reformasi baru untuk meningkatkan iklim usaha dan mempercepat modernisasi perekonomian,” katanya.

Berita Lainnya