sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Adhi raih kontrak baru Rp1,18 T hingga Februari 2019

PT Adhi Karya Tbk. (ADHI) mencatatkan perolehan kontrak baru hingga Februari 2019 senilai Rp1,18 triliun.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Rabu, 13 Mar 2019 19:45 WIB
Adhi raih kontrak baru Rp1,18 T hingga Februari 2019

PT Adhi Karya Tbk. (ADHI) mencatatkan perolehan kontrak baru hingga Februari 2019 senilai Rp1,18 triliun. Angka ini merupakan nilai di luar pajak.

Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Ki Syahgolang Permata mengatakan, realisasi perolehan kontrak baru di bulan Februari 2019 didominasi oleh proyek pembangunan Oyama Plaza Apartemen di Sunter yang mencapai Rp122,2 miliar.

Sementara, kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru pada Februari 2019, meliputi lini bisnis konstruksi dan energi yang menyumbang sebesar 90%, properti sebesar 6,8%, dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya.

Sedangkan pada tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri dari proyek Gedung sebesar 20,2% serta proyek infrastruktur lainnya sebesar 79,8%.

"Kalau berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru dari BUMN sebesar 85,1%, sementara swasta/lainnya sebesar 14,9%," ujar Syahgolang dalam keterbukaan informasi, Rabu (13/3).

Adapun, kata dia, untuk progres pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek Tahap I hingga 1 Maret 2019 telah mencapai 59,0%. Rincian progres pada setiap lintas pelayanannya sebagai berikut, untuk lintas Pelayanan 1 - Cawang - Cibubur sudah mencapai 79,2%.

Lalu untuk lintas Pelayanan 2 yaitu dari Cawang – Kuningan – Dukuh Atas sudah mencapai 46,9%. "Untuk lintas Pelayanan 3 dari Cawang – Bekasi Timur telah mencapai 53,4%," ujarnya.

Sebelumnya, pada Januari lalu emiten konstruksi pelat merah tersebut mengklaim biaya pembangunan LRT Jabodebek Rp500 miliar terbilang murah. 

Sponsored

Direktur Operasional II Adhi Karua LRT Jabedebek Pundjung Setya Brata mengatakan, nilai Rp500 miliar per kilometer itu sudah mencakup biaya prasarana seperti depo dan infrastruktur stasiun, ditambah Pajak Pertambahan Nilai (PPn) sebesar 10%.