sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Agar naik kelas UKM harus masuk dalam global value chain

Di Indonesia UKM-nya sama sekali belum terlibat dalam rantai pasok global.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Rabu, 07 Jul 2021 14:13 WIB
Agar naik kelas UKM harus masuk dalam global value chain

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Aviliani mengungkapkan, usaha kecil dan menengah (UKM) harus memiliki bisnis model yang baru agar dapat berkontribusi lebih bagi perekonomian.

Pasalnya, sektor UKM berkontribusi sebesar 60% dari PDB dan menyerap 90% tenaga kerja, namun karena bisnis produknya 80% berbasis perdagangan tidak menciptakan nilai tambah bagi perekonomian dan karenanya pendapatan dari pajaknya tidak signifikan.

"Jadi kalau UKM harus ada bisnis model baru. Apalagi 80% UKM Indonesia pada sektor perdagangan. Tidak menciptakan nilai tambah sehingga untuk pendapatan pajak juga tidak akan signifikan," katanya dalam webinar, Rabu (7/7).

Selain itu, jika terus bertahan dengan bisnis model yang sekarang UKM tidak akan mampu naik kelas. Oleh karena itu, menurutnya UKM harus didorong masuk ke dalam rantai pasok global atau global value chain.

Dia menceritakan, di negara lain sebesar 30% dari UKM-nya telah berkontribusi terhadap global value chain, hanya di Indonesia yang UKM-nya sama sekali belum terlibat dalam rantai pasok global tersebut.

Lebih jauh, dia pun mengapresiasi langkah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) yang beberapa waktu lalu mencoba menjembatani antara perusahaan dan UKM untuk dapat menjadi bagian dari global value chain. Namun, masih terkendala di tingkat implementasinya.

"Dengan itu pasti UKM akan mendapatkan kredit dari perbankan karena sudah jelas siapa yang menjadi obstakernya dan perlu dilanjutkan oleh Arsyad (Ketua Umum Kadin) karena konsepnya bagus banget tetapi belum diimplementasikan," ujarnya.

Namun, dia menekankan bahwa agar memperoleh pinjaman dari perbankan pelaku UKM harus mau membuka diri, dengan menunjukkan cashflow secara terbuka. 

Sponsored

Hanya dengan demikian, skala produksi UKM dapat meningkat dan mendorong penciptaan nilai tambah, serta siap berkontribusi dalam rantai pasok global.

 "Jadi gimana buat enggak terjerat pinjaman online dengan bunga tinggi. Ya UKM harus berani membuka diri. Itu perlu karena bagaimana bank melihat keluar masuknya uang sehingga visible atau tidaknya bisa dilihat dari situ," ucapnya.

Berita Lainnya

35% Masyarakat Indonesia Telah Divaksin Covid-19

Selasa, 21 Sep 2021 12:15 WIB

BenQ resmi luncurkan MOBIUZ EX3415R

Selasa, 21 Sep 2021 12:15 WIB

Komisi III DPR RI Sepakati 7 Calon Hakim Agung

Selasa, 21 Sep 2021 11:45 WIB

Pemkot Kediri upayakan tambah ambulans

Sabtu, 10 Jul 2021 18:32 WIB