sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Akan dual IPO, Gojek pastikan salah satunya di Indonesia

Peluang sebagai perusahaan teknologi besar pertama untuk mencatatkan saham di Indonesia diyakini sangat menarik.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Sabtu, 02 Nov 2019 16:49 WIB
Akan dual IPO, Gojek pastikan salah satunya di Indonesia

Setelah ditinggal Nadiem Makarim, duo CEO Gojek Andre Soelistyo dan Kevin Aluwi berencana membawa Gojek ke lantai bursa untuk melakukan pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO). 

Andre mengatakan pencatatan perdana saham tersebut, rencananya dilakukan di dua negara yakni Indonesia dan satu lagi di negara lain. 

"Satu listing sudah pasti harus di sini. Gojek itu milik Indonesia, untuk Indonesia, dan harus bisa berkontribusi terhadap bursa saham di Indonesia," kata Andre dalam acara peringatan ulang tahun Gojek ke-9 di Jakarta, Sabtu (2/11).

Peluang sebagai perusahaan teknologi besar pertama untuk mencatatkan saham di Indonesia diyakini sangat menarik, karena belum pernah ada sebelumnya. Andre berharap dengan IPO tersebut bisa memberikan kesempatan kepada publik untuk berpartisipasi terhadap kesuksesan Gojek. 

Sementara untuk negara kedua tempat pencatatan saham, Andre mengatakan masih belum bisa memberikan jawaban. Gojek masih melihat kondisi pasar saham dan kondisi setiap negara yang memiliki pro dan kontra untuk memberikan aspirasi Gojek melakukan IPO.

Lalu, kapan pastinya rencana pencatatan tersebut direalisasikan, Andre juga belum bisa memberikan jawaban pasti. 

"Waktunya kapan masih belum bisa ditentukan, sedang kami persiapkan prosesnya untuk IPO," ujar Andre. 

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen, mengatakan belum ada pembicaraan yang jauh mengenai IPO antara pihaknya dan Gojek. 

Sponsored

"Rasanya Gojek masih memberikan tenggat waktu kalau enggak salah sampai 2021, bukan tahun ini atau tahun depan. Jadi masih mungkin terjadi perubahan, kita istiqomah saja," kata Hoesen di Lombok, Jumat (25/10).

Hoesen melanjutkan, telah memperhatikan di beberapa negara lain, kebanyakan startup menahan diri melakukan IPO. Sebab dengan IPO, rahasia bisnis model startup akan terbongkar. 

"Saya tidak terlalu berharap atau ngotot untuk mereka masuk pasar modal," ujar Hoesen.