sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Akhir tahun, Bank BTN genjot penyaluran KPR berbasis tabungan

Bank BTN menyalurkan KPR dengan skema Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) dengan subsidi uang muka 40%.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Kamis, 28 Nov 2019 17:14 WIB
Akhir tahun, Bank BTN genjot penyaluran KPR berbasis tabungan

Jelang tutup tahun 2019, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) terus memacu penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR), khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang belum memiliki rumah. 

Selain dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Bank BTN juga menggenjot penyaluran KPR dengan skema Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan atau BP2BT.

Direktur Consumer & Commercial Lending Bank BTN Hirwandi Gafar  mengatakan Bank BTN gencar memasarkan KPR dengan skema BP2BT. Salah satunya dengan menggelar akad massal secara serentak sejak tanggal 25 sampai dengan 29 November 2019 di Kantor Cabang Bank BTN. Dengan upaya tersebut, BTN meraih penyaluran KPR dengan skema BP2BT sebanyak lebih dari 1.200 unit .

“Pengajuan BP2BT kami pacu seiring menipisnya kuota FLPP sehingga akhir tahun ini kami optimistis dapat menyelesaikan target penyaluran BP2BT untuk 5.635 unit rumah,” kata Hirwandi melalui keterangan tertulis kepada Alinea.id di Jakarta, Kamis (28/11).

Bank BTN mendapatkan kuota BP2BT dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk 5.635 unit rumah senilai Rp609 miliar pada 2019.

Hirwandi menjelaskan KPR yang disalurkan dengan skema BP2BT tersebut merupakan hasil kerja sama pemerintah dengan Bank Dunia. 

Adapun dalam skema ini, yang diterima konsumen adalah keringanan uang muka, karena BP2BT memberikan subsidi uang muka hingga 40% atau dengan jumlah maksimal Rp40 juta untuk pembelian rumah tapak. Sementara suku bunga pada KPR BP2BT mengikuti suku bunga komersial. 

Hirwandi mengatakan BTN akan terus melakukan sosialiasi kepada masyarakat yang memenuhi persyaratan pengajuan KPR dengan skema BP2BT. 

Sponsored

Persyaratan tersebut di antaranya belum memiliki rumah, belum pernah menerima subsidi perumahan dalam bentuk apapun, dan memiliki penghasilan maksimal Rp6,5 juta (jika akan membeli rumah tapak) dan Rp8,5 juta (jika ingin membeli rumah susun), serta sudah menabung di bank selama tiga bulan dengan batasan saldo pada saat pengajuan sebesar Rp2 hingga Rp5 juta (tergantung besar penghasilan).

“Untuk memudahkan penyaluran KPR Subsidi dengan skema BP2BT maupun FLPP, kami aktif menjalin kerja sama perusahaan swasta ataupun BUMN yang memiliki karyawan dengan persyaratan di atas. Perusahaan yang sudah kami gandeng adalah Grab, Go-jek dan Bluebird, serta sejumlah asosiasi profesi diantaranya Asosiasi pencukur rambut Garut dan Asosiasi penjual mie dan bakso,” ujar Hirwandi.

Untuk diketahui, program Sejuta Rumah yang diinisiasi Presiden Joko Widodo sudah berjalan sejak tahun 2015. Dalam hal ini, Kementerian PUPR menggandeng perbankan, termasuk Bank BTN untuk menyalurkan susidi dengan berbagai skema, diantaranya FLPP dan BP2BT dan Bantuan Uang Muka atau BUM.

Sebagai penguasa pangsa pasar KPR Subsidi sebesar 91,55%, Bank BTN berupaya aktif menyukseskan program tersebut dengan melakukan sosialisasi dan promosi lewat pameran properti, bekerjasama dengan perusahaan swasta maupun BUMN, dan menggandeng pengembang rumah subsidi dan mendidik serta melatih pengembang muda dalam Housing Finance Center (HFC). 

Per September 2019, perseroan telah menyalurkan kredit perumahan untuk 610.526 unit rumah. Menurut Hirwandi, pencapaian tersebut setara 76,31% dari total target Bank BTN dalam mendukung program nasional ini. 

“Secara total, hingga akhir tahun nanti, BTN berupaya menyalurkan kredit perumahan untuk 800.000 unit rumah,” tuturnya. 

Adapun, penyaluran tersebut terdiri atas kredit perumahan untuk 315.845 unit hunian subsidi senilai Rp9,17 triliun. Kemudian, untuk segmen non-subsidi, Bank BTN telah memberikan kredit perumahan untuk 135.791 unit rumah atau setara Rp14,99 triliun. Kinerja positif KPR Bank BTN pun menempatkan bank spesialis pembiayaan perumahan ini tetap menjadi pemimpin di pasar KPR.