sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Ekspansi bisnis, Akseleran targetkan penyaluran kredit Rp1,2 triliun

Akseleran membidik penyaluran kredit senilai Rp1,2 triliun pada 2019. Fintech lending ini juga akan merambah bisnis baru tahun ini.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Kamis, 07 Feb 2019 16:05 WIB
Ekspansi bisnis, Akseleran targetkan penyaluran kredit Rp1,2 triliun

PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran), perusahaan penyedia layanan pinjaman online, menargetkan penyaluran kredit senilai Rp1,2 triliun sepanjang 2019.

Co-Founder & CEO Akseleran Ivan Nikolas Tambunan mengatakan perusahaan financial technology (fintech) pinjam-meminjam (peer to peer lending) ini juga berencana merambah bisnis baru tahun ini. 

“Kami akan menerbitkan produk kredit konsumtif (consumer loan) dengan menggandeng Best Finance pada Januari 2019,” kata Ivan, di Jakarta, Kamis (7/2).

Ivan menjelaskan, ekspansi bisnis Akseleran ini dilakukan setelah melihat potensi pasar yang cukup besar pada consumer loan di Indonesia.  "Utamanya di pinjaman kendaraan bermotor dan rumah," katanya.

Meski demikian, Ivan menegaskan Akseleran tetap fokus pada penyaluran pinjaman untuk modal usaha dengan skema peer to peer lending. Seperti diketahui, Akseleran memiliki empat produk pinjaman untuk usaha. 

Keempat produk tersebut yakni jaminan invoice pinjaman, inventory financing, capital expenditure (capex) financing, dan online merchant financing. “Jaminan invoice pinjaman berkontribusi 85% terhadap total kredit yang disalurkan,” kata dia.

Selain itu, pada kuartal I-2019, Akseleran juga akan menggandeng berbagai perusahaan untuk menyediakan produk pinjaman untuk karyawan (employee loan). Nantinya, Akseleran akan fokus pada pemberi kerja guna meminimalkan risiko. "Jadi kalau tidak bisa hayar, gajinya bisa ditahan," jelas Ivan.

Sementara di 2019 ini, Ivan mengaku pihaknya sangat optimitistis untuk meningkatkan penyaluran kredit hingga mencapai target. Dia mengungkapkan per Januari 2019, penyaluran kredit Akseleran mencapai Rp55 miliar.

Sponsored

“Angka gagal bayar (non performing loan/NPL) lebih dari 90 hari masih di bawah 0,5%. Kami terus menjaga agar lebih sehat," katanya.

Suntikan pendanaan US$7,5 juta

Sementara itu, Ivan mengungkapkan pihaknya sudah memperoleh dana segar untuk mendukung pertumbuhan bisnis Akseleran. 

Setidaknya, hingga akhir Maret 2019 atau April 2019, Akseleran menargetkan dapat memperoleh total pendanaan Seri A senilai US$7,5 juta.

Pada Juli 2018 Akseleran sudah membukukan pendanaan Pra-Seri A senilai US$1,85 juta. 

"Sekarang kami sudah mendapatkan US$2,5 juta yang berasal dari lokal ataupun asing dan tinggal memperoleh US$5 juta lagi untuk memperoleh pendanaan Seri A,” ungkapnya.

Ivan menyatakan, sejauh ini sumber dana segar tersebut adalah kombinasi investor asing dan lokal, namun Akseleran masih tetap akan dikuasai oleh pemegang saham lokal.

Sebagai informasi, Akseleran mampu menyalurkan kredit Rp210 miliar pada 2018. Angka ini melebihi 5% dari target perusahaan yang hanya Rp200 miliar. Ivan menyebut, pertumbuhan kredit selama 2018 didominasi oleh tiga sektor. 

"Ketiga sektor yang mendominasi pertumbuhan kredit di Akseleran sepanjang 2018, yakni di sektor oil and gas, kedua dari konstruksi, dan ketiga retail," kata Ivan.

Selain itu, Akseleran mencatat sudah ada penyalur pinjaman (lender) sebanyak 56.000 sepanjang 2018. "Tahun ini kami targetkan mencapai 100.000 lender," jelas Ivan.

Dalam kesempatan yang sama, Chief Technology Officer (CTO) & Co-Founder Akseleran Rassel Pratomo mengatakan, pada 2019 ini Akseleran akan mengembangkan fitur baru dalam rangka meningkatkan kepuasan pengguna (user interface-user experience/UI-UX) di Aplikasi Akseleran.

"Kami akan menambah data center dan eksplorasi mesin pembelajar untuk prediksi peforma, risiko, dan produk pinjaman," pungkasnya.