sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Akseleran targetkan penyaluran pinjaman Rp1,2 triliun pada 2019

Akseleran mencatat total penyaluran pinjaman hingga pertengahan Desember 2018 sebesar Rp202 miliar

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Selasa, 18 Des 2018 20:53 WIB
Akseleran targetkan penyaluran pinjaman Rp1,2 triliun pada 2019
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 278722
Dirawat 61379
Meninggal 10473
Sembuh 206870

PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran) menargetkan realisasi total penyaluran pinjaman pada akhir 2019 mencapai Rp1,2 triliun. 

Angka tersebut naik enam kali lipat dari tahun ini. Dimana Akseleran mencatat total penyaluran pinjaman hingga pertengahan Desember 2018 sebesar Rp202 miliar, atau telah terealisasi 101% dari target yang ditetapkan hingga akhir tahun ini sebesar Rp200 miliar.

Adapun total pinjaman perusahaan Peer-to-Peer Lending (P2P Lending) senilai Rp202 miliar tersebut disalurkan ke lebih dari 400 pinjaman dengan jumlah pemberi pinjaman hampir mencapai 100.000.

CEO & Co-Founder Akseleran Ivan Nikolas Tambunan mengatakan, meski tahun depan merupakan tahun pemilu tetapi tidak akan terlalu berpengaruh kepada Akseleran.

"Biasanya, di tahun pemilu banyak pelaku usaha yang wait and see sebelum melakukan aktivitas penting usahanya, termasuk ekspansi dan mengambil pinjaman. Namun demikian kami optimistis tetap bisa mencapai target karena funding gap UKM di Indonesia masih sangat besar sekitar Rp1.000 triliun per tahun," ungkap Ivan dalam siaran persnya yang diterima Alinea.id, Selasa (18/12).

Selain itu, yang terpenting adalah Akseleran bisa menjaga kualitas pinjaman agar tingkat NPL tidak melebihi dari 1% dimana sampai saat ini terus stabil di angka yang rendah 0,5%.

Adapun Akseleran akan menggenjot marketing campaign yang bertujuan menjaring lebih banyak lagi pelaku usaha dan pemberi pinjaman dengan cara berkolaborasi dengan berbagai pihak melalui skema referal.

Misalnya saja, berkolaborasi dengan platform e-commerce, payment gateway, dan penyedia system point of sales (POS) yang diyakini dapat memberikan data rekam jejak online dari pelaku usaha terkait, serta dengan berbagai perusahaan pembiayaan konvensional.

Sponsored

“Namun, kami juga akan berusaha keras mempertahankan kualitas pinjaman yang ada, termasuk dengan seleksi kredit yang baik dan mitigasi risiko melalui pembebanan agunan berbentuk tagihan, penggunaan asuransi kredit, dan upaya collection yang efektif. Kami juga sangat mengedepankan aspek perlindungan terhadap konsumen,” jelas Ivan.

Sebagai informasi, adapun rata-rata pertumbuhan penyaluran pinjaman setiap bulannya mampu mencapai sekitar 20%-30% seiring dengan jumlah pengguna Akseleran yang terus meningkat melalui aplikasi mobile di Play Store atau di App Store.

"Kami mensupport pertumbuhan UKM untuk naik kelas dengan pinjaman yang kami berikan dengan proses yang tidak ribet. Selain itu kami juga memberikan kemudahan kepada para lender untuk bisa mendanai UKM yang butuh permodalan, yakni mulai dari Rp100.000 dengan rata-rata imbal hasil yang didapatkan sebesar 18%-21% per tahun," jelasnya.

Saat ini, para pelaku usaha yang menjadi peminjam (borrower) di Akseleran tidak hanya di Pulau Jawa, tetapi juga Kalimantan, Sumatra dan Maluku. Sedangkan untuk lender, sudah mencakup dari seluruh wilayah di Indonesia, dari Aceh sampai Papua.

“Penetrasi perluasan wilayah yang kami lakukan dan juga didukung oleh inovasi teknologi yang berkelanjutan demi meningkatkan UI/UX tampak berhasil mendongkrak jumlah pengguna Akseleran. Buktinya, sejak kami meluncurkan aplikasi mobile sekitar tiga bulan yang lalu maka hingga pertengahan bulan ini jumlah yang menginstal baik dari Play Store maupun App Store sudah menembus sekitar 100.000,” tutup Ivan.

Berita Lainnya