sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Usai akuisisi Pertagas, PGN catat laba Rp4,28 T di 2018

PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) mencatat laba bersih senilai US$304,99 juta atau setara dengan Rp4,28 triliun sepanjang 2018.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Jumat, 22 Feb 2019 17:07 WIB
Usai akuisisi Pertagas, PGN catat laba Rp4,28 T di 2018
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 396.454
Dirawat 60.694
Meninggal 13.512
Sembuh 322.248

PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) mencatat laba bersih senilai US$304,99 juta atau setara dengan Rp4,28 triliun (kurs Rp14.054) sepanjang 2018.

Laba ini naik 54,89% dibandingkan pencapaian 2017 senilai US$196,9 juta atau setara Rp2,77 triliun. Sementara laba per saham sebesar US$0,013 atau sekitar Rp195.

"Kami melakukan berbagai upaya efisiensi sehingga mampu mencetak laba di tengah kondisi perekonomian yang sedang mengalami perlambatan," kata Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama dalam siaran pers yang diterima Alinea.id, Jumat (22/2).

Sejalan dengan hasil positif tersebut, PGN yang kini berstatus sebagai Sub Holding Gas dengan mengakuisisi PT Pertamina Gas (Pertagas), optimistis mampu menjaga kinerja positif pada masa mendatang.

Pada 28 Desember 2018, PGN merogoh kocek cukup dalam untuk akuisisi 51% saham Pertagas dari Pertamina. Biaya akuisisi Pertagas mencapai Rp20 triliun dan separuhnya sudah dibayar oleh PGN. 

Sementara, perseroan berhasil meraup pendapatan senilai US$3,87 miliar atau naik tipis sebesar 7,8% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya senilai US$ 3,57 miliar. 

Pendapatan meningkat ditopang dari hasil penjualan gas senilai US$2,79 miliar dan penjualan minyak dan gas senilai US$585 juta.

Perusahaan juga mencatat peningkatan EBITDA sebesar 9,2% menjadi US$1,19 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai US$ 1,08 miliar. 

Sponsored

Di sisi lain, Rachmat mengungkapkan PGN ke depan tetap optimis meraup hasil positif. Terlebih, selaku Sub Holding Gas, PGN mengelola mayoritas infrastruktur transmisi dan distribusi gas bumi. 

"Dengan begitu, PGN akan jauh lebih efisien serta terjadi penguatan pada rantai bisnis," ujar Rachmat.

Selama periode 2018, PGN menyalurkan gas bumi sebesar 3.102 juta kaki kubik per hari (Mmscfd). Rinciannya, volume gas distribusi sebesar 963 Mmscfd dan volume transmisi gas bumi sebesar 2.139 Mmscfd.

PGN akan semakin agresif membangun infrastruktur gas bumi nasional untuk meningkatkan pemanfaatan produksi gas nasional. Pada 2018, infrastruktur pipa gas PGN bertambah sepanjang lebih dari 2.456 km dan saat ini mencapai lebih dari 9.909 km atau setara dengan 95% dari jaringan pipa gas bumi hilir nasional.

Dari infrastruktur tersebut, PGN telah menyalurkan gas bumi ke 1.739 pelanggan industri manufaktur dan pembangkit listrik, 1.984 pelanggan komersial (hotel, restoran, rumah sakit) dan Usaha Kecil Menengah (UKM), serta 177.710 pelanggan rumah tangga yang dibangun dengan investasi PGN.

Berita Lainnya