logo alinea.id logo alinea.id

Alutsista Indonesia mampu bersaing di pasar internasional

Senjata buatan Indonesia memiliki kualitas standar kelas dunia.

Tito Dirhantoro
Tito Dirhantoro Senin, 11 Feb 2019 08:45 WIB
Alutsista Indonesia mampu bersaing di pasar internasional

Produk alat utama sistem persenjataan (alutsista) buatan Indonesia berpotensi dipasarkan dalam industri senjata di Mesir dan negara lainnya di kawasan Afrika. Pasalnya, senjata buatan Indonesia tersebut memiliki kualitas standar kelas dunia.

“Kualitas produk alutsista kita sudah dipakai di banyak negara serta memiliki harga yang kompetitif, sehingga akan mampu bersaing dengan produsen senjata lain,” kata Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Mesir, Helmy Fauzi, melalui keterangan tertulisnya.

Helmy menjelaskan, pihak Mabes TNI sudah melakukan penjajakan kerja sama pertahanan Indonesia-Mesir. Hal ini ditandai dengan kunjungan kerja Kepala Badan Intelijen Strategis (Bais) Marsekal Muda TNI Kisenda Wiranata Kusuma ke Mesir pada 6 sampai 8 Februari 2019.

Dalam kegiatan tersebut, Kisenda melakukan sejumlah pertemuan termasuk dengan pejabat dari Military Intelligence Directorate (MID) Mesir. Pada pertemuan itu, disinggung ide penjajakan berbagi informasi intelijen kedua negara.

"Kunjungan Kepala Bais TNI ini adalah momentum yang harus dimanfaatkan dalam rangka peningkatan hubungan bilateral Indonesia-Mesir yang sudah berlangsung puluhan tahun,"  ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengakui informasi mengenai produksi alutsista Indonesia masih kurang tersedia di Mesir. Selain itu, industri pertahanan juga belum optimal melakukan sosialisasi maupun promosi ke negeri 1.000 menara ini. 

Bahkan dalam pameran pertahanan Mesir pada Desember 2018 lalu, tidak ada satupun BUMN pertahanan yang ikut meramaikan. Hanya ada satu industri pertahanan swasta yang ikut dalam pameran tersebut.

"Kami sudah berkali-kali mengajak dan mengundang industri pertahanan nasional untuk berpromosi ke Mesir, tapi masih belum terealisasi secara optimal," kata Dubes Helmy.

Sponsored

Padahal, Mesir mempunyai program modernisasi persenjataan militer yang baik. Terlebih, angkatan bersenjata Mesir masih banyak menggelar operasi kontra-insurgensi. Apalagi, secara geopolitik, Mesir memiliki peran signifikan di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara. Untuk itu, alutsista seperti senapan ringan, kapal cepal, dan munisi, berpeluang untuk ditawarkan ke Mesir.

"Saat ini Mesir semakin melirik produk industri pertahanan non-Amerika Serikat sehingga produk nasional kita punya peluang untuk dipasarkan di sana," kata Helmy.

Terkait upaya peningkatan promosi alutsista Indonesia, Helmy mengatakan sudah menemui Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu di Kantor Kemenhan, pada 4 Februari 2018. Dalam pertemuan tersebut dibahas peluang peningkatan kerja sama Indonesia-Mesir di bidang pertahanan. 

Dirinya berharap Menteri Pertahanan dapat ikut membantu mempromosikan alutsista Indonesia ke Mesir. Salah satu caranya adalah melakukan penjajakan peningkatan kerja sama pertahanan kedua negara.

"Mengingat Mesir juga memiliki Menteri urusan Produksi Militer, patut juga dijajaki peluang kerja sama antar industri pertahanan kedua negara," ujar Helmy. (Ant)