sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Amdal kereta cepat Jakarta-Bandung dikerjakan terburu-buru

Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dihentikan sementara selama dua pekan.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Minggu, 01 Mar 2020 23:05 WIB
Amdal kereta cepat Jakarta-Bandung dikerjakan terburu-buru
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 25216
Dirawat 17204
Meninggal 1520
Sembuh 6492

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menunda sementara pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung karena menyebabkan banjir dan persoalan lainnya di Tol Jakarta-Cikampek.

Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno mengatakan pembangunan proyek kereta cepat tersebut tidak memenuhi analisis dampak lalu lintas.

Sehingga, di sekitar area pembangunan tersebut kerap kali terjadi penumpukan kendaraan yang menyebabkan kemacetan panjang.

"Ada dampak lalu lintas yang harus dikaji ketika proyek berjalan dan juga kajian analisis dampak lalu lintas," ujarnya saat dihubungi Alinea.id, Minggu (1/3).

Dia juga mengatakan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) pembangunan proyek tersebut pun dikerjakan secara terburu-buru. Dari waktu yang harusnya satu tahun, hanya menjadi tiga bulan.

"Proyek ini sangat lemah pada saat penyelenggaraan studi Amdalnya. Bisa jadi ini Amdal tersingkat, yang biasanya dikerjakan dalam setahun. Kalau ini sekitar 3 bulan. Wajar jika dalam pelaksanaannya terjadi banyak ketidakselarasan dengan lingkungan sekitar," ucapnya.

Untuk itu, dia menyatakan agar pemerintah mengkaji kembali Amdal pembangunan kereta cepat tersebut, untuk menyempurnakan ketentuan yang belum diatur dalam izin lingkungan sebelumnya.

"Amdalnya dibuka dan dikaji lagi, bisa jadi dengan pembuatnya yang relatif singkat ada hal yang belum ter-cover," ujarnya.

Sponsored

Sementara, Plt Dirjen Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danis Sumadilaga menegaskan penghentian sementara proyek tersebut hanya berlaku selama dua minggu.

"Sementara saja (penghentian proyeknya) selama dua pekan mulai 2 Maret," katanya.

Hanya saja, Danis tidak menjelaskan lebih lanjut apa proses yang akan dijalankan selama dua minggu penundaan proyek kereta cepat yang dikerjakan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) tersebut.

Sebelumnya, Kementerian PUPR mengeluarkan keterangan resmi terkait penghentian sementara proyek tersebut. Alasannya dijelaskan dalam enam poin.

Pertama, pembangunan proyek kurang memperhatikan kelancaran akses keluar masuk jalan tol sehingga berdampak terhadap kelancaran jalan tol dan non-tol.

Kedua, pembangunan proyek kurang memperhatikan manajemen proyek sehingga terjadi pembiaran penumpukan material di bahu jalan. Akibatnya mengganggu fungsi drainase, kebersihan jalan, dan keselamatan pengguna.

Ketiga, pengelolaan proyek menimbulkan genangan air pada Tol Jakarta-Cikampek yang menyebabkan kemacetan luar biasa pada ruas jalan tol dan mengganggu kelancaran distribusi logistik

Keempat, pengelolaan sistem drainase yang buruk dan keterlambatannya pembangunan saluran drainase sesuai kapasitas yang telah terputus oleh kegiatan proyek menyebabkan banjir di tol.

Kelima, adanya pembangunan pilar LRT yang dikerjakan oleh PT KCIC di KM 3+800 tanpa izin, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Keenam, pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), keselamatan lingkungan, dan keselamatan publik belum memperhatikan peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia.
 

Cara berjuang masyarakat adat melawan Covid-19

Cara berjuang masyarakat adat melawan Covid-19

Jumat, 29 Mei 2020 16:49 WIB
Pandemi dan paras otoriter rezim Jokowi 

Pandemi dan paras otoriter rezim Jokowi 

Kamis, 28 Mei 2020 17:45 WIB
Berita Lainnya