sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Demi penanganan Covid-19, anggaran PUPR tinggal Rp75,63 T

Kementerian PUPR menambah realokasi anggaran menjadi Rp44,58 triliun.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 11 Mei 2020 20:56 WIB
Demi penanganan Covid-19, anggaran PUPR tinggal Rp75,63 T
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 72347
Dirawat 35349
Meninggal 3469
Sembuh 33529

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kembali melakukan perubahan pagu anggaran untuk realokasi dan refocusing penanganan pandemi coronavirus atau Covid-19.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan awalnya realokasi anggaran sebesar Rp24,53 triliun dari pagu tahun 2020 sebesar Rp120,21 triliun. Namun, berdasarkan keputusan Sidang Kabinet Paripurna 14 April lalu, Kementerian PUPR menambah realokasi anggaran menjadi Rp44,58 triliun. Sehingga sisa anggaran tahun ini sebanyak Rp75,63 triliun.

"Kali ini kami laporkan, hal itu memang sudah diputuskan di dalam Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor 189.1/KMK.02/2020 bahwa realokasi anggaran Kementerian PUPR sebesar Rp44,58 triliun," kata Basuki dalam rapat virtual bersama Komisi V DPR RI, Senin (11/5).

Basuki menjelaskan realokasi tersebut berasal dari penghematan beragam kegiatan yang bisa dikurangi ataupun ditunda. Seperti, penghematan anggaran perjalanan dinas dan paket meeting sebesar 50% dari sisa anggaran yang belum terserap pada tahun anggaran 2020.

Sponsored

Basuki melanjutkan, realokasi juga bersumber dari pembatalan paket-paket kontraktual yang belum sempat dilelang, seperti proyek pembangunan bendungan. Selanjutnya, realokasi juga berasal dari rekomposisi alokasi anggaran 2020 pada paket kegiatan tahun jamak.

Terakhir, Kementerian PUPR akan mengubah paket-paket kontrak tahunan (single years) Tahun Anggaran 2020, menjadi paket-paket tahun jamak. Termasuk di dalamnya paket kontraktual dengan nilai di bawah Rp100 miliar.

Basuki mengatakan realokasi anggaran tersebut telah sesuai dengan Inpres No. 4/2020 tentang Refocusing Kegiatan, Realokasi Anggaran, serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam rangka penanganan cronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Berita Lainnya