sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Apakah unicorn, yang online-online itu?

Jokowi berharap akan ada unicorn lain yang lahir di Indonesia.

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Senin, 18 Feb 2019 12:32 WIB
Apakah unicorn, yang online-online itu?
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 23851
Dirawat 16321
Meninggal 1473
Sembuh 6057

Calon presiden (capres) Prabowo Subianto sempat kebingungan saat capres petahana Joko Widodo mengajukan pertanyaan seputar unicorn, pada debat kedua Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2). Jokowi menanyakan infrastruktur apa yang akan dibangun Prabowo, untuk mengembangkan unicorn di Indonesia.

"Yang Bapak maksud unicorn, maksudnya yang apa itu, online-online itu?" tanya Prabowo.

Istilah unicorn memang istilah baru, untuk menyebut perusahaan rintisan (startup) dengan nilai ekonomi hingga US$1 miliar. Dalam riset Ohio University, istilah ini muncul pada 2013. Adalah Aileen Lee, pendiri Cowboy Ventures, yang pertama kali memunculkan istilah ini melalui artikel berjudul "Welcome To The Unicorn Club: Learning From Billion-Dollar Startups" di laman techcrunch.com.

Unicorn merujuk pada hewan khayalan yang mirip dengan kuda sembrani. Bedanya, kuda sembrani memiliki sayap, sementara unicorn memiliki satu tanduk berulir di bagian kepalanya. 

Istilah unicorn digunakan untuk menunjukkan kelangkaan startup yang dapat meraih valuasi hingga US$1 miliar. Dalam artikelnya, Lee menyebut hanya ada 39 perusahaan unicorn saat itu. 

"Katakanlah ada 60.000 startup teknologi yang didanai dalam 10 tahun terakhir. Ini artinya, 0,07% yang menjadi unicorn, atau 1 dari 1.538," kata Lee. 

Berdasarkan riset CB Insights, terdapat 325 startup berstatus unicorn di seluruh dunia per Januari 2019. Beberapa di antaranya bahkan telah naik kelas, menjadi decacorn (valuasi US$10 miliar) dan hectocorn (valuasi US$100 miliar).

Dalam daftar yang dipublikasikan CB Insights, terdapat empat startup asal Indonesia yang telah masuk dalam daftar unicorn, yaitu Bukalapak, Go-Jek, Traveloka, dan Tokopedia. Dalam daftar tersebut, nilai valuasi Go-Jek telah mencapai US$10 miliar sehingga masuk dalam kategori decacorn.

Sponsored

Dalam debat, Jokowi juga menyebut empat unicorn Indonesia tersebut. Menurutnya, pemerintah menginginkan ada unicorn lain yang lahir di tanah air.

Untuk itu, Jokowi mengatakan pemerintah telah menyiapkan program seribu startup untuk dihubungkan dengan inkubator-inkubator global, agar dapat berkembang seperti yang diharapkan. 

Menurut techworld.com, inkubator adalah perusahaan yang membantu startup untuk lahir dan tumbuh, dengan menyediakan ruang bekerja, dana awal, pelatihan dan pendampingan, hingga startup tersebut siap mendapat pendanaan. Sebagai timbal balik, inkubator akan meminta persentase kepemilikan saham dari startup yang mereka bantu. 

Berita Lainnya