sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Apindo proyeksi pertumbuhan ekonomi 2020 hanya 4,85%

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) tidak yakin dengan target pertumbuhan ekonomi 2020 versi pemerintah sebesar 5,3%.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Selasa, 10 Des 2019 13:09 WIB
Apindo proyeksi pertumbuhan ekonomi 2020 hanya 4,85%
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 2738
Dirawat 2313
Meninggal 221
Sembuh 204

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memprediksi ekonomi Indonesia pada 2020 hanya tumbuh 4,85% hingga 5,1% atau jauh dari target pemerintah yang mencapai 5,3%.

Ketua Apindo Hariyadi Sukamdani mengatakan faktor pendorong melambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia karena situasi perang dagang yang masih akan terus berlanjut hingga tahun 2020.

Kondisi eksternal tersebut, kata Hariyadi, akan terus menekan nilai berbagai mata uang global, tak terkecuali Indonesia. Akibatnya, aliran dana asing yang masuk (capital inflow) ke Indonesia sedikit, karena masing-masing negara akan menjalankan praktik proteksionisme.

"Kelesuan perekonomian global dan perang dagang menjadikan aliran portofolio dana investor ke Indonesia menjadi terhambat sehingga hal ini menciptakan tekanan terhadap berbagai mata uang global, termasuk rupiah," katanya dalam Konferensi Pers "Outlook Perekonomian APINDO 2020", Jakarta, Selasa (10/12).

Sementara, dari sisi internal, tekanan terhadap iklim investasi masih akan berlanjut. Biaya untuk menjalankan usaha baru (cost of doing business) masih menjadi tantangan utama, seperti perizinan usaha, ketenagakerjaan, logistik, perpajakan, akses lahan, biaya permodalan, energi, serta lemahnya daya beli.

Selain itu, proses politik yang baru saja berlangsung di Indonesia membutuhkan proses transisi. Hariyadi menilai, Kabinet Indonesia Maju yang baru saja terbentuk belum terlihat sepak terjangnya. Akibatnya, para investor melakukan tindakan wait and see. Apalagi, persoalan koordinasi antara pusat dan daerah yang kerap kali tak sinkron.

"Kabinet Indonesia Maju yang diharapkan membawa stabilitas politik, namun masih menghadapi tantangan yang cukup besar untuk efektivitas tata kelola Pemeríntahan Pusat dan Daerah," ujarnya.

Dengan prediksi kelesuan perekonomian nasional yang demikian, lanjutnya, dibutuhkan peran pemerintah untuk menjaga optimisme para pengusaha. Salah satunya adalah dengan memberikan insentif perpajakan dan memperbaiki regulasi ketenagakerjaan.

Sponsored

"Apindo merekomendasikan kepada pemerintah untuk melakukan perbaikan kebijakan di bidang ketenagakerjaan dan perpajakan demi mendukung daya saing industri," ucapnya.

Opsi lockdown yang diabaikan Jokowi...

Opsi lockdown yang diabaikan Jokowi...

Senin, 06 Apr 2020 06:02 WIB
Menagih janji keringanan cicilan utang

Menagih janji keringanan cicilan utang

Senin, 06 Apr 2020 05:43 WIB
Berita Lainnya