sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

AS kucurkan insentif Covid-19, IHSG dibuka ke zona hijau

Amerika Serikat (AS) yang akan memberikan bantuan senilai US$2 triliun untuk warga mereka yang tinggal di rumah karena wabah Covid-19.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Kamis, 26 Mar 2020 09:25 WIB
AS kucurkan insentif Covid-19, IHSG dibuka ke zona hijau
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 2491
Dirawat 2090
Meninggal 209
Sembuh 192

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menghijau 3% ke level 4.055 pada perdagangan Kamis (26/3).

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper mengatakan sentimen datang dari Amerika Serikat (AS) yang akan memberikan bantuan senilai US$2 triliun untuk warga mereka yang tinggal di rumah karena wabah coronavirus. Apabila mereka kehilangan pekerjaan, bantuan tersebut bisa digunakan untuk bertahan hidup.

"Investor diperkirakan masih optimis akan stimulus yang diberikan The Fed sehingga pergerakan diprediksi akan cenderung menguat dalam jangka pendek," kata Dennies, Kamis (26/3).

Sementara, Dennies mengatakan, penyebaran Covid-19 dari dalam negeri yang semakin mengkhawatirkan akan membayangi pergerakan IHSG. Volatilitas IHSG diperkirakan Dennies masih akan tinggi.

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Nico Demus mengatakan saat ini pemerintah sedang mengkaji beberapa alternatif pada kebijakan moneter untuk menstabilkan nilai tukar rupiah di tengah tekanan.

Nico melanjutkan, hal ini termasuk adanya kemungkinan penerapan currency board system yang tujuannya akan mematok rupiah terhadap dolar pada level tertentu. Sistem tersebut dinilai dapat menjadi solusi mestabilkan nilai tukar di tengah masa-masa sulit ketika tahun 1998.

"Kami melihat strategi Bank Indonesia dalam menahan arus modal asing ini cukup perlu. Terlebih depresiasi rupiah yang terlalu lebar dinilai dapat mempengaruhi produktifitas industri dalam negeri," ujar dia.

Selain rupiah, Nico mengatakan sentimen lainnya yang akan dilihat pasar adalah stimulus Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang akan diterima masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Sponsored

"Dengan maksud untuk mendorong daya beli masyarkat setidaknya akan memberikan harapan meningkatkan daya konsumsi. Sehingga ekonomi dalam negeri tidak terpuruk terlalu jauh, dan juga progam tersebut harus tepat sasaran yang layak menerima," kata dia.

Opsi lockdown yang diabaikan Jokowi...

Opsi lockdown yang diabaikan Jokowi...

Senin, 06 Apr 2020 06:02 WIB
Menagih janji keringanan cicilan utang

Menagih janji keringanan cicilan utang

Senin, 06 Apr 2020 05:43 WIB
Berita Lainnya