sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Aset BCA Syariah naik 10,54% sepanjang 2020

Proses penggabungan BCA Syariah dengan PT Bank Interim Indonesia rampung pada 10 Desember 2020.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Rabu, 30 Des 2020 19:53 WIB
Aset BCA Syariah naik 10,54% sepanjang 2020
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Aset PT Bank BCA Syariah naik dua digit di tengah pandemi Covid-19. Hingga 28 Desember, aset anak usaha PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) itu tumbuh 10,54% menjadi sebesar Rp9,3 triliun secara year to date (ytd).

Presiden Direktur BCA Syariah John Kosasih mengatakan kenaikan aset salah satunya disebabkan oleh rampungnya proses penggabungan BCA Syariah dengan PT Bank Interim Indonesia pada 10 Desember 2020.

Merger itu dilakukan setelah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Senin (16/11). Dalam rapat itu disetujui perubahan nominal saham BCA Syariah sebagai bank hasil penggabungan menjadi sebesar Rp1.000 per lembar saham dari sebelumnya sebesar Rp1 juta per lembar saham.

Penggabungan itu disebut tidak menyebabkan perubahan kegiatan utama BCA Syariah sebagai bank yang melakukan usaha di bidang perbankan berdasarkan prinsip syariah.

Sementara itu, jelang tutup tahun perusahaan juga mencatat kenaikan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 6,87% sejak awal 2020 menjadi Rp6,63 triliun.

"Kepercayaan masyarakat dalam penempatan dana masih tetap terjaga terlihat dari meningkatnya jumlah DPK," tutur Kosasih dalam keterangan tertulis, Rabu (30/12). 

Kosasih mengatakan sampai dengan 28 Desember, pembiayaan BCA Syariah mencapai Rp5,5 triliun dengan kualitas yang terjaga. Hal itu tercermin dari angka non-performing financing (NPF) yang sebesar 0,58%.

"Dari total pembiayaan tersebut, BCA Syariah mampu mencapai target penyaluran pembiayaan UMKM sebesar 21,20% atau sekitar Rp1,17 triliun," katanya.

Sponsored

 

 

Berita Lainnya