sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Aset BNI di kuartal III-2020 tumbuh 12,5%

Dikontribusi oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh sebesar 21,4% yoy

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 27 Okt 2020 12:42 WIB
Aset BNI di kuartal III-2020 tumbuh 12,5%
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 516.753
Dirawat 66.752
Meninggal 16.352
Sembuh 433.649

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) membukukan pertumbuhan aset 12,5% year on year (yoy) hingga akhir September 2020. Terutama dikontribusi oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh sebesar 21,4% yoy dari Rp580,9 triliun pada kuartal III-2019 menjadi Rp705,1 triliun pada kuartal III-2020. 

Kendati begitu, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (27/10), manajemen BNI mencatat terjadi penurunan laba bersih hingga 63,9% menjadi Rp4,32 triliun pada kuartal III-2020. Penurunan laba bersih ini terjadi akibat BNI melakukan pembentukan cadangan yang lebih konservatif. Dengan pembentukan cadangan tersebut, rasio kecukupan pencadangan atau coverage ratio BNI hingga kuartal III-2020 berada di level 206,9%, lebih besar dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 159,2%.

Perseroan mencatat pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) tumbuh negatif, yaitu -0,8% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal III-2020. Namun, penurunan tersebut diimbangi dengan upaya penurunan beban bunga yang sebesar -8,0% yoy, sehingga net interest margin (NIM) pada kuartal III-2020 mencapai 4,3%.

Sementara dari sisi pendapatan nonbunga (fee based income), BNI mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,2% yoy, membaik dibandingkan kuartal kedua yang lalu yang tumbuh 3,2%.

Sponsored

Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) BNI tercatat tumbuh 21,4% yoy menjadi Rp705,1 triliun pada kuartal III-2020, dibandingkan dengan Rp580,9 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Upaya penghimpunan DPK dilakukan BNI dengan menjadikan dana murah atau current account saving account (CASA) sebagai prioritas utama yang dapat menekan cost of fund. CASA BNI saat ini tercatat berada pada level 65,4%, dengan cost of fund 2,86% atau membaik 30 bps dibandingkan tahun lalu sebesar 3,24%.

DPK tersebut menopang penyaluran kredit BNI yang tumbuh 4,2% yoy, dari Rp558,7 triliun pada kuartal III-2019, menjadi Rp582,4 triliun pada kuartal III-2020. Meningkatnya DPK perseroan tersebut turut mengerek peningkatan aset perseroan yang tumbuh 12,5% yoy

Berita Lainnya