sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Aset industri keuangan syariah capai Rp1.639 triliun hingga Juli 2020

Pertumbuhan ini juga didukung dengan semakin banyaknya jumlah lembaga jasa keuangan syariah di Indonesia.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 21 Sep 2020 10:58 WIB
Aset industri keuangan syariah capai Rp1.639 triliun hingga Juli 2020
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 543.975
Dirawat 71.420
Meninggal 17.081
Sembuh 454.879

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyampaikan, di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi akibat pandemi Covid-19, perkembangan keuangan syariah sepanjang 2020 masih menunjukkan pertumbuhan yang positif.

OJK mencatat aset keuangan syariah terus tumbuh hingga mencapai Rp1.639 triliun pada Juli 2020. Pertumbuhan aset ini, tidak termasuk pertumbuhan saham syariah.

"Aset keuangan syariah kita naik 20,61% secara tahunan (year-on-year/yoy) dengan market share 9,68%," kata Wimboh dalam webinar forum Riset Ekonomi Keuangan Syariah 2020, Senin (21/9).

Pertumbuhan tersebut, menunjukkan keuangan syariah memiliki daya tahan dan semangat yang tinggi, untuk dapat bertahan dan siap mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Sponsored

Selain itu, pertumbuhan ini juga didukung dengan semakin banyaknya jumlah lembaga jasa keuangan syariah di Indonesia. OJK mencatat saat ini terdapat 14 bank umum syariah, 20 unit usaha syariah, dan 162 BPR syariah.

Sementara di sektor pasar modal, industri keuangan syariah memiliki 464 saham syariah, 145 sukuk korporasi, 282 reksa dana syariah, dan 66 sukuk negara syariah. Selain itu, di industri keuangan nonbank terdapat 215 lembaga jasa keuangan syariah yang di antaranya termasuk perusahaan asuransi, pembiayaan, penjaminan dan lembaga keuangan mikro syariah.

"Secara kelembagaan jumlahnya sudah cukup banyak. Sehingga, di masa pandemi ini kita harus jadikan momentum bagi kebangkitan ekonomi dan keuangan syariah kita, terutama untuk bisa mengambil peran yang lebih besar dengan berbagai modalitas untuk mempercepat proses pemulihan ekonomi nasional," tuturnya.

Berita Lainnya