Asing masuk Rp 7,1 triliun, nilai tukar rupiah naik tipis

Aliran dana masuk atau capital inflow di surat berharga negara (SBN) dari 2-12 Juli mencapai Rp 7,1 triliun.

Asing masuk Rp 7,1 triliun, nilai tukar rupiah naik tipis Aliran dana masuk atau capital inflow di surat berharga negara (SBN) dari 2-12 Juli mencapai Rp 7,1 triliun / Pexels

Manisnya surat utang Indonesia masih memikat investor asing. Aliran dana masuk atau capital inflow di surat berharga negara (SBN) dari 2-12 Juli mencapai Rp 7,1 triliun.

Masuknya asing ikut mengangkat nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Kurs tengah Bank Indonesia menunjukkan, nilai tukar rupiah menguat tipis dari posisi akhir Juni di level Rp 14.404 per dollar AS menjadi Rp 14.358 per dollar AS pada perdagangan 13 Juli.

"Membaiknya nilai tukar turut ditopang oleh kebijakan yang diterapkan oleh BI, seperti kenaikan suku bunga acuan menjadi 5,25%," ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, di kompleks BI, Jumat (13/7). 

Kenaikan suku bunga acuan diyakini memicu membaiknya keyakinan pasar. Buktinya, investor asing masuk ke SBN tenor panjang di atas 10 tahun. 

Kupon surat utang Indonesia juga akan terkerek sehingga investor akan masuk. "Investor asing semakin confidence berinvestasi di Indonesia, khususnya di pasar SBN itu cukup kuat," jelas Perry.

Di sisi lain, kondisi pasar valas juga bekerja sangat baik, dimana ketersediaannya cukup besar dan dapat memenuhi kebutuhan permintaan para korporasi. Perry menjelaskan, ketersediaan dollar AS untuk korporasi per harinya bisa berkisar antara US$ 500 juta - US$ 600 juta. 

Dia juga mengimbau kepada para dunia usaha untuk tidak khawatir jika kehabisan dollar AS. Pasokan dollar AS tak hanya dipenuhi dari pasar spot, namun juga bisa dipenuhi dari Foward Swap dengan nilai rendah. 

"Jadi saya sampaikan kepada korporasi bahwa swap rate kepada BI itu cukup rendah. Untuk swap rate satu bulan sekitar 6,2%, untuk tiga bulan kurang lebih sekitar 7,3%," imbau Perry. 


Berita Terkait