sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Asuransi jiwa terapkan teknologi digital gaet milenial

Penetrasi asuransi jiwa di Indonesia khususnya kepada segmen milenial terbilang masih cukup rendah.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Jumat, 27 Sep 2019 14:31 WIB
Asuransi jiwa terapkan teknologi digital gaet milenial

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mendorong seluruh anggotanya untuk menerapkan teknologi digital. Ketua AAJI Budi Tampubolon mengatakan saat ini, penetrasi asuransi jiwa di Indonesia terbilang masih cukup rendah, sementara penetrasi penggunaan internet di Indonesia sangat tinggi. 

Hal tersebut menurut Budi merupakan suatu kesempatan bagi industri asuransi jiwa. "Transformasi digital merupakan kunci penghubung untuk kedua hal tersebut," kata Budi di Bali, Jumat (27/9).

Budi mengatakan besarnya potensi pasar industri asuransi di Indonesia ini harus segera digarap. Dia optimistis kemudahan teknologi saat ini dapat mendorong percepatan penetrasi pasar khususnya anak-anak milenial.

Sebelumnya, AAJI bekerja sama dengan Nielsen juga telah melakukan survei khusus terkait pandangan generasi milenial terhadap asuransi dan kebutuhan pada masa depan.

Dari hasil survei itu, terlihat bahwa segmen milenial dengan usia 25-38 tahu sudah memahami pentingnya asuransi dan paham bahwa mereka dapat membeli produk asuransi melalui jalur distribusi secara daring.

Walaupun produk asuransi jiwa lebih dikenal dan diminati oleh segmen usia lebih tua pada usia 30-38 tahun, namun segmen usia muda atau dikenal dengan Gen Z (usia 17-24 tahun) sudah mulai memiliki kesadaran akan pentingnya perlindungan asuransi.

Peran agen asuransi yang menawarkan produk asuransi jiwa masih menjadi jalur utama, dengan 77% dari total premi baru dihasilkan dari jalur itu. 

“Meskipun begitu, kami mencatat penjualan produk asuransi sudah mulai terlihat sekitar 0,01% dari total premi baru Rp54,57 triliun," ujarnya.

Sponsored

Ia berharap, penetrasi penggunaan internet dan pengguna media sosial di Indonesia dapat mendorong penetrasi pasar asuransi di Indonesia. 

Dengan wilayah yang sangat luas dan ribuan pulau, komunikasi digital adalah kunci utama mendekatkan diri dengan segmen Milenial dan Gen Z tersebut.

"Program-program pemasaran dari jalur digital maupun media sosial bagi segmen milenial dan Gen Z kedepannya kami harap dapat mempengaruhi dan memberi kontribusi besar dalam penetrasi asuransi jiwa," kata Budi.

Lebih lanjut, Budi mengatakan pihaknya juga menyelenggarakan Seminar Digital & Risk Management in Insurance (DRIM) 2019 di Nusa Dua, Badung, Bali, untuk mendorong para anggotanya mengaplikasikan teknologi digital.

“DRIM juga merupakan salah satu program kerja AAJI dalam meningkatkan inklusi keuangan bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Berita Lainnya