sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Awas, Ditjen Pajak kejar artis dan youtuber pamer saldo ATM

Heboh artis dan youtuber pamer saldo rekening di ATM bikin Ditjen Pajak gerah.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 25 Nov 2019 19:08 WIB
Awas, Ditjen Pajak kejar artis dan youtuber pamer saldo ATM
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 26940
Dirawat 17662
Meninggal 1641
Sembuh 7637

Fenomena para artis dan youtuber yang memamerkan saldo rekening di anjungan tunai mandiri (ATM) menarik perhatian Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan.

Sejumlah selebritas dan youtuber memamerkan saldo ATM mereka seperti Raffi Ahmad, Nikita Mirzani, Ria Richis, hingga Barbie Kumalasari. Saldo rekening mereka pun jumlahnya hingga miliaran rupiah.

Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu Suryo Utomo mengatakan profesi artis maupun youtuber merupakan salah satu cara seseorang untuk mendapatkan penghasilan.

"Kalau mereka tinggal di Indonesia dan menjadi Youtuber itu kan salah satu cara mendapatkan penghasilan," kata Suryo Utomo di Jakarta, Senin (25/11).

Suryo menegaskan, selama seorang youtuber melakukan pekerjaannya di Indonesia dan mendapatkan uang di atas kategori Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP), maka wajib membayar pajak.

"Terkait hal itu, apabila dia youtuber, penjual online, atau penjual pasar, orang Indonesia yang mendapatkan penghasilan di Indonesia, kalau penghasilannya di atas PTKP ya wajib membayar PPh. Kalau enggak setor, bisa dilihat datanya di Direktur Pemeriksaan dan Penagihan," tutur Suryo.

Suryo mengatakan DJP tak memberikan perlakuan khusus pada penegakan aturan pajak baik bagi selebritas maupun youtuber. Wajib Pajak yang memiliki saldo rekening minimal Rp1 miliar datanya bisa diakses oleh DJP.

Hal tersebut, kata Suryo, sesuai dengan ketentuan Automatic Exchange of Information (AEoI) dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 39 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pertukaran Informasi Berdasarkan Perjanjian Internasional. Dalam aturan tersebut, Ditjen Pajak dapat melihat informasi keuangan pajak pribadi yang memiliki uang minimal Rp1 miliar di rekening mereka.

Sponsored

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pemeriksaan dan Penagihan DJP Irawan mengatakan saat ini DJP sudah menerima data keuangan secara otomatis dari lembaga-lembaga keuangan. Akan tetapi, Irawan mengatakan DJP baru akan membuka dan memeriksa data tersebut apabila dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

"DJP sangat hati-hati memanfaatkan data keuangan yang didapatkan dari lembaga keuangan," tutur Irawan.

Berita Lainnya