logo alinea.id logo alinea.id

Bahana Sekuritas ramal IHSG tembus rekor tertinggi sepanjang sejarah

Setelah pesta demokrasi usai, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramal bakal menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Jumat, 24 Mei 2019 06:10 WIB
Bahana Sekuritas ramal IHSG tembus rekor tertinggi sepanjang sejarah

Setelah pesta demokrasi usai, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramal bakal menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Kepala Riset PT Bahana Sekuritas Lucky Ariesandi memprediksi IHSG akan menembus level 6.800 pada akhir 2019. Jika tercapai, level tersebut merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah yang sebelumnya dicatatkan pada 19 Februari 2018 yakni di posisi 6.689,2.

Keyakinan itu muncul lantaran Bahana Sekuritas memerkirakan pendapatan emiten bakal tumbuh rerata 13,4% sepanjang tahun ini. Sektor infrastruktur dan industri kimia dasar diperkirakan bakal menjadi pendorong melejitnya IHSG.

“Kemenangan Jokowi pada Pemilu 2019 merupakan kemenangan kedua bagi pengembangan infrastruktur. Bappenas telah menganggarkan US$412 miliar atau nyaris Rp6.000 triliun untuk sektor ini,” kata Lucky di Jakarta, Kamis (23/5).

Lucky melihat pembangunan infrastruktur pada periode kedua kepemimpinan Jokowi ini akan difokuskan pada sektor transportasi seperti jalan tol Trans Sumatera, Trans Kalimantan, ataupun Trans Sulawesi. Dengan pembangunan tersebut, kontrak proyek emiten konstruksi bisa melejit pada tahun ini.

Kendati demikian, Lucky mengatakan massifnya pembangunan infrastruktur ini akan berdampak pada rasio kredit terhadap pendanaan (loan to deposit ratio/LDR) perbankan pelat merah memburuk. Sebab, kredit perbankan khususnya BUMN masih menjadi sumber utama pendanaan infrastruktur.

“Banyak bank BUMN yang LDR-nya di atas 90% karena imbal hasil proyek infrastruktur itu lama. Sehingga velocity of money akan melambat,” kata Lucky.

Berdasarkan catatan Alinea.id, Bahana Sekuritas memang telah meramalkan IHSG bakal menembus level 6.800 pada akhir tahun ini. Prediksi itu dirilis sejak sebelum gelaran Pilpres 2019 berlangsung.

Sponsored

Saat itu, Lucky memerkirakan bakal terjadi booming investasi pascapemilu. Prediksi itu didasarkan pada tiga pilpres yang pernah digelar selalu diikuti oleh derasnya arus investasi ke Tanah Air.

Tekanan global juga diperkirakan tak akan seberat tahun lalu meskipun memang ada ancaman perang dagang antara China dan Amerika Serikat. Namun, suku bunga acuan Bank Sentral AS Federal Reserve masih ditahan.

Unjuk rasa  

Sementara itu, merespons aksi unjuk rasa pada 22 Mei lalu, Lucky mengatakan keyakinan investor asing baru akan pulih saat pengumuman keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait hasil Pemilu 2019. 

Untuk investor domestik, Lucky menyakini pelaku pasar Tanah Air sudah kebal dengan aksi demonstrasi seperti kemarin.

“Saya selalu bilang kalau demo kemarin tidak akan ada dampaknya, baik secara langsung maupun ke sentimen. Karena kita tahu Jokowi mampu bersikap tegas,” ujar Lucky.

Pada aksi demonstrasi 22 Mei kemarin, IHSG ditutup terkoreksi 0,2% ke level Rp5,939.64. Namun, pada perdagangan Kamis (23/5), IHSG berhasil kembali ke zona hijau, naik sebesar 1,57% ke level Rp6.032,70.

Lucky melanjutkan, investor saat ini lebih menunggu pengumuman kabinet dan pengumuman kebijakan yang lebih detail dari presiden terpilih. Lucky juga menyebutkan pasar menantikan kebijakan yang seimbang dari periode kedua kepemimpinan Jokowi.

“Jangan terlalu didorong ke infrastruktur, karena ada dampak negatifnya. Pasar juga mengharapkan kebijakannya itu strategis, jangan terlalu populis seperti terlalu banyak subsidi,” tutur Lucky.