sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Bahlil: Penurunan PMA Indonesia tak seburuk negara lain

Meskipun perekonomian Indonesia mengalami resesi, kinerja penanaman modal asing (PMA) ke Indonesia tidak turun terlalu dalam.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 08 Des 2020 12:49 WIB
Bahlil: Penurunan PMA Indonesia tak seburuk negara lain

Pandemi Covid-19 telah meluluhlantakkan sistem perekonomian global, termasuk Indonesia. Tercatat, sebagian besar negara di dunia mengalami resesi, termasuk Indonesia yang pertumbuhan ekonominya terkontraksi dua kuartal berturut-turut.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, meskipun perekonomian Indonesia mengalami resesi, kinerja penanaman modal asing (PMA) ke Indonesia tidak turun terlalu dalam.

"Ada satu data yang menarik dari realisasi PMA. Hampir semua lembaga dunia mengatakan bahwa tingkat penurunan PMA sebesar 30%-40% tahun ini, tetapi di indonesia turunnya tak lebih dari 10%, yaitu 8,3%," kata Bahlil dalam sebuah webinar, Selasa (8/12).

Dari Rp611,6 triliun total realisasi investasi di tahun ini, sebanyak Rp301,7 triliun atau 49,3% merupakan PMA. Sedangkan, realisasi total penanaman modal dalam negeri (PMDN) adalah sebesar Rp309,9 triliun atau 50,7%.

Penurunan PMA yang tidak terlalu dalam ini karena pihaknya mampu mengeksekusi beberapa PMA yang mangkrak sejak lima hingga enam tahun lalu.

"Nah, dulu pada 2019 ketika saya masuk, ada Rp708 triliun investasi mangkrak. Kenapa mangkrak? Karena regulasi kita parah. Ada ego sektoral antarkementerian dan lembaga, tumpang tindih antara pusat dan daerah, dan ada persoalan tanah," ujar dia.

Dalam satu tahun, dari investasi mangkrak sebesar Rp708 triliun tersebut, saat ini BKPM telah mengeksekusi investasi sebesar Rp474,9 triliun.

"Dari Rp708 triliun itu kami datangi satu-satu, kami selesaikan. Kemudian sekarang sudah terealisasi 67,1%. Inilah sebagai cadangan dari apa yang kita punya, untuk kemudian PMA kita turunnya tidak terlalu jauh," tuturnya.

Sponsored
Berita Lainnya