sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Banjir proyek, laba bersih WIKA melonjak 199%

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) mencatat kenaikan laba bersih yang drastis.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 31 Jul 2019 20:10 WIB
Banjir proyek, laba bersih WIKA melonjak 199%
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 404.048
Dirawat 60.569
Meninggal 13.701
Sembuh 329.778

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,02 triliun pada semester I-2019. Sebelumnya pada kuartal I-2019, WIKA mengantongi laba bersih senilai Rp341,34 miliar. Dengan demikian, capaian ini melesat 199,1% dari kuartal I tahun ini. 

Direktur Utama WIKA Tumiyana mengatakan perolehan laba bersih tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas dan efisiensi yang telah dilakukan perseroan sehingga membuahkan net profit margin sebesar 8,93% dari penjualan Rp11,36 triliun.

“Kami ingin menjadi perusahaan engineering, procurement and construction (EPC) dan investasi terdepan yang berfokus pada kualitas sehingga semua pengerjaan harus dimulai dengan proses perencanaan yang baik dan terukur,” kata Tumiyana dari keterangan tertulis yang diterima Alinea.id, Rabu (31/7).

Selama ini, lanjut Tumiyana, WIKA telah memanfaatkan building information modelling dengan optimal untuk merumuskan bentuk desain, model, visualisasi dan simulasi. Dengan demikian, segala risiko, termasuk diantaranya yang menyebabkan biaya pengerjaan menjadi lebih besar pada saat proses konstruksi bisa lebih diminimalisir.

Selain itu, penerapan strategi backward-forward terintegrasi yang dilakukan emiten konstruksi plat merah ini pada tujuh portofolio bisnisnya mampu meningkatkan supply chain, efisiensi biaya produksi, dan mendorong perkembangan bisnis yang berkelanjutan dalam bentuk nvestasi sehingga meningkatkan laba perusahaan.

Tumiyana pun yakin WIKA akan terus meningkatkan kapasitasnya dengan mengerjakan proyek-proyek baru berskala besar karena masih memiliki cukup ruang untuk meningkatkan kekuatan permodalan. Saat ini, net gearing ratio WIKA tercatat masih di angka 0,74% dan gross gearing ratio berada di angka 1,05%.

Kinerja positif perusahaan di paruh pertama 2019 ini pun turut tercermin dari raihan kontrak baru perusahaan yang mencapai Rp15,23 triliun. Segmen infrastruktur dan gedung berkontribusi sebesar 39,27%, segmen energy dan industrial plant sebesar 39%, segmen industri sebesar 17,60%, dan segmen properti sebesar 4,12%.

WIKA pun memiliki deretan kontrak baru selama 2019 yang berhasil diraih Perseroan di antaranya adalah pembangunan jalan tol Serpong–Balaraja Banten, Relokasi pipa Pertamina di Jawa Barat, Hotel Domestik Terminal 3 Bandara Soekarno–Hatta beserta dengan proyek-proyek luar negeri, antara lain di Malaysia, Aljazair dan Taiwan.

Sponsored

Pada penutupan perdagangan hari ini, saham WIKA ditutup terkoreksi 2,09% sebesar 50 poin ke level Rp2.340 per lembar saham. WIKA memiliki kapitalisasi pasar senilai Rp20,990 triliun dengan imbal hasil 53,62% dalam setahun.

Berita Lainnya