sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Bank BTN bidik pertumbuhan kredit 10% tahun 2020

Bank BTN akan mengucurkan KPR untuk 230.000 unit rumah tahun ini.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 22 Jan 2020 10:07 WIB
Bank BTN bidik pertumbuhan kredit 10% tahun 2020
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 516.753
Dirawat 66.752
Meninggal 16.352
Sembuh 433.649

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) menargetkan realisasi pertumbuhan kredit di kisaran 9%-10% pada 2020.

Direktur Finance, Treasury & Strategy BTN Nixon L.P Napitupulu mengatakan, untuk mengejar target kredit tersebut, Bank BTN akan mengucurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk 220.000-230.000 unit rumah dalam setahun.

"Rinciannya subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) 110.000 unit, Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) 40.000-45.000 unit," kata Nixon ditemui di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (20/1).

Kemudian, pembiayaan melalui Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) sekitar 40.000 unit dan pembiayaan rumah non-subsidi 30.000-40.000 unit.

Dengan target tersebut, Nixon pun optimistis laba bersih BBTN yang ditargetkan sebesar Rp3 triliun tahun 2020 bisa tercapai.

Adapun untuk pembiayaan ekspansi kredit tahun ini, Nixon mengatakan BBTN akan meluncurkan Obligasi Subordinasi atau Junior (tier 2 capital) global bond dengan target perolehan sebesar US$300 juta.

Sebelumnya, dari hasil penjajakan pasar di Singapura dan Hongkong, penerbitan Junior Global Bond BTN meraih kelebihan permintaan atau oversubscribed hampir 12,3 kali dengan permintaan yang masuk mencapai US$3,6 miliar.

Selain untuk membiayai ekspansi kredit, Junior Global Bond tersebut juga akan digunakan untuk peningkatan tambahan kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) menjadi 17% per Januari 2020. Dengan adanya dana tambahan ini, emiten berkode BBTN ini juga dapat mengimplementasikan Peraturan Standar Akuntansi (PSAK) 71 yang mensyaratkan BTN meningkatkan pencadangan.

Sponsored

"Tahun lalu saja kami harus bentuk cadangan Rp3,7 triliun, jadi pasti laba kami turun di 2019 karena harus memenuhi PSAK 71. Tapi ini kan cuma sekali saja, sehingga di 2020 ini kami perlu tambahan modal," tutur Nixon. 

Berita Lainnya