sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Bank Dunia prediksi ekonomi Indonesia 2020 tumbuh 5%

Bank Dunia mengatakan pertumbuhan ekonomi masih rendah disebabkan oleh lemahnya pertumbuhan investasi.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 11 Des 2019 15:05 WIB
Bank Dunia prediksi ekonomi Indonesia 2020 tumbuh 5%
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 25773
Dirawat 17185
Meninggal 1573
Sembuh 7015

Bank Dunia memprediksi ekonomi Indonesia hanya tumbuh 5% pada 2019. Prediksi ini lebih rendah dari perkiraan pemerintah sebesar 5,05%.

Lead Economist Bank Dunia Indonesia Frederico Gil Sander mengatakan pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah ini disebabkan oleh lemahnya pertumbuhan investasi di kuartal III-2019. Lemahnya pertumbuhan investasi ini dikarenakan adanya penurunan signifikan harga komoditas dan masih adanya ketidakpastian politik sebelum pengumuman kabinet yang baru.

"Total konsumsi juga melambat, termasuk perlambatan signifikan dari konsumsi pemerintah," kata Frederico di Jakarta, Rabu (11/12).

Frederico melanjutkan, fondasi makro ekonomi Indonesia yang tetap kuat turut mendukung pertumbuhan ekonomi tetap terjaga. Selain itu, dengan adanya penciptaan lapangan kerja yang kuat, tingkat inflasi yang rendah, serta perluasan program bantuan sosial, berkontribusi pada turunnya tingkat kemiskinan menjadi 9,4%.

Dengan fondasi makro yang kuat tersebut, Frederico memprediksi Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dapat tumbuh hingga 5,1% pada 2020.

"Proyeksi ini didasarkan atas berkurangnya ketegangan perdagangan internasional dan berkurangnya ketidakpastian politik dalam negeri," tutur Frederico. 

Lalu, dengan pulihnya nilai investasi dan upah pekerja, pertumbuhan konsumsi swasta diproyeksikan secara umum akan stabil, meskipun sedikit menurun pada 2020. Sebab, nilai inflasi akan lebih tinggi karena penghapusan subsidi tarif listrik untuk sejumlah rumah tangga. 

Kemudian, lanjut Frederico, impor Indonesia juga diproyeksikan melemah, dengan kontraksi yang ada diperkirakan akan berkurang secara bertahap, mengikuti pola pemulihan yang terjadi dalam pertumbuhan investasi. 

Sponsored

"Defisit transaksi berjalan diperkirakan akan menyempit dalam waktu dekat dari 2,7% pada 2019 menjadi 2,6% dari PDB tahun 2020," ujarnya. 

Cara berjuang masyarakat adat melawan Covid-19

Cara berjuang masyarakat adat melawan Covid-19

Jumat, 29 Mei 2020 16:49 WIB
Pandemi dan paras otoriter rezim Jokowi 

Pandemi dan paras otoriter rezim Jokowi 

Kamis, 28 Mei 2020 17:45 WIB
Berita Lainnya