sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Bank Mandiri bidik pertumbuhan kredit 10% dan laba 7% di 2020

Bank Mandiri memasang target positif meski perlambatan ekonomi global masih membayangi. 

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Selasa, 26 Nov 2019 15:29 WIB
Bank Mandiri bidik pertumbuhan kredit 10% dan laba 7% di 2020
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 240687
Dirawat 56889
Meninggal 9448
Sembuh 174350

PT Bank Mandiri Persero Tbk. meyakini pertumbuhan kredit pada 2020 berada di kisaran 10%-11% secara tahunan (year on year/yoy) meski perlambatan ekonomi global masih membayangi. 

Wakil Direktur Utama Mandiri Sulaiman Arif Arianto mengatakan dengan target pertumbuhan kredit tersebut, bank pelat merah ini juga membidik pertumbuhan laba bersih sebesar 6%-7% pada 2020.

"Tahun 2020 pertumbuhan kredit diproyeksikan tumbuh 10%-11%, Dana Pihak Ketiga (DPK) tahun 2020 ditargetkan tumbuh 8%-9%," ucap Sulaiman saat memberikan pemaparan dalam Rapat Dengar Pendapat di Komisi XI DPR, Jakarta, Selasa (26/11).

Target pertumbuhan kredit itu lebih tinggi dari proyeksi pertumbuhan kredit Bank Mandiri sepanjang 2019 di kisaran 8%-9% (yoy). Sebelumnya, target itu pun dipangkas dari 10%-12% karena perlambatan ekonomi domestik.

Dengan target pertumbuhan kredit dua digit itu, emiten dengan sandi BMRI ini ingin menjaga marjin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) di kisaran 5,3%-5,5%.

Di tahun depan, rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) ditargetkan turun ke level 2,4%-2,5% dari prognosa tahun 2019 di kisaran 2,5%-2,6%.

Sementara itu, Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri Ahmad Siddik Badruddin mengatakan akan menyisir sektor-sektor kredit yang diperkirakan memiliki risiko tinggi pada 2020 sebagai imbas dari perlambatan perekonomian global.

"Kami akan review kembali industri mana yang prospeknya netral, penetrasi atau kita harus exit. Nanti Desember 2019 kita akan lakukan itu," ujar dia.

Sponsored

Empat strategi akan dijalankan Bank Mandiri, yaitu mendorong segmen kredit retail selain menyalurkan kredit ke segmen inti. Kemudian, fokus pada perolehan dana murah untuk menjaga biaya dana (cost of fund) agar lebih terkendali.

Strategi selanjutnya, pengendalian efisiensi sehingga mampu berkompetisi dengan baik dan menjaga produktivitas melalui pengembangan kapabilitas dan kapasitas pegawai. (Ant)

Berita Lainnya