logo alinea.id logo alinea.id

Bank Mandiri bidik pertumbuhan laba bersih dua digit 2019

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) membidik laba bersih tumbuh dua digit pada 2019.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Selasa, 29 Jan 2019 10:05 WIB
Bank Mandiri bidik pertumbuhan laba bersih dua digit 2019

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) membidik laba bersih tumbuh dua digit pada 2019. Sepanjang 2019, bank pelat merah ini berhasil mencetak laba bersih Rp25 triliun atau tumbuh 21,2% dibanding 2017.

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoadmodjo menyatakan pertumbuhan laba akan tergantung dengan kondisi likuiditas dan ekonomi nasional. Menurut dia, jika dana asing masuk ke Indonesia tumbuh dengan baik, maka kondisi perbankan juga akan membaik.

“Mudah-mudahan bisa double digit yang tinggi," kata Kartika di Jakarta, Senin (28/1).

Meski mengaku cukup optimistis mampu mencetak laba bersih dua digit, Kartika menyebut masih ada tantangan dari sisi pendanaan di tahun ini. Menurut Kartika, perusahaan akan menggenjot pendapatan dari kredit dengan bunga lebih tinggi.

"Kita akan dorong lebih cepat ke segmen higher yield seperti kredit mortgage (kredit pemilikan rumah/KPR), dan kepemilikan mobil. Segmen korporasi enggak akan sekencang di 2018," jelasnya. 

Kartika mengakui kinerja tahun 2018 memang agak unik. Laba perusahaan didorong oleh kenaikan pendapatan operasional. Di sisi lain ada penurunan biaya cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) hampir Rp2 triliun.

Lebih lanjut, Kartika menjelaskan, pada tahun ini CKPN akan lebih baik lagi karena manajemen mendorong penyaluran kredit ke segmen yang memiliki risiko rendah. CKPN ditargetkan turun Rp1 triliun – Rp2 triliun.

"Jadi gabungan pendapatan bunga bersih dan penurunan CKPN otomatis tumbuh double digit. Tahun 2019 optimis yang sifatnya bunga atau fee mendukung supaya double digit," pungkasnya.

Sponsored