sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Bank Mandiri restrukturisasi utang Krakatau Steel Rp28,5 triliun

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. akan merestrukturisasi utang PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. senilai US$2 miliar setara Rp28,5 triliun.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 28 Agst 2019 21:07 WIB
Bank Mandiri restrukturisasi utang Krakatau Steel Rp28,5 triliun

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. akan merestrukturisasi utang PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. senilai US$2 miliar setara Rp28,5 triliun.

Emiten BUMN bersandi saham BMRI itu akan merestrukturisasi utang KRAS bersama dengan perbankan lain sebagai kreditur.  

Direktur Corporate Banking Mandiri Royke Tumilaar mengatakan restrukturisasi tersebut akan dilakukan melalui tiga skema dengan tenor yang berbeda-beda.

Tranche A, akan memiliki tenor delapan tahun. Kemudian Tranche B, memiliki tenor tiga tahun, dan Tranche C lebih fleksibel dan bisa diperpanjang ke depannya. 

Royke menjelaskan, Tranche A akan berfokus pada normalisasi kinerja KRAS. Kemudian Tranche B, akan berupa penjualan aset di sejumlah anak usaha dan fix asset yang tak berkaitan langsung dengan perseroan.

"Tranche C, ada convertible bond, ini nanti agak panjang dan bisa diperbarui," ujar Royke usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Menara Mandiri I, Jakarta, Rabu (28/8).

Royke mengatakan setengah dari utang KRAS yang mencapai Rp10 triliun-Rp15 triliun masuk dalam Trance B dengan penjualan aset perusahaan. Sementara untuk obligasi konversi atau convertible bond, akan dilakukan melalui perjanjian kredit.

"Apakah nanti Bank Mandiri akan punya saham di KRAS? Belum, kita lihat nanti," kata Royke.

Sponsored

Royke melanjutkan, Bank Mandiri memiliki eksposur pinjaman ke Krakatau Steel senilai Rp7 triliun-Rp8 triliun. Jumlah kredit ini, kata Royke, merupakan jumlah terbesar di antara bank-bank lain yang mengikuti perjanjian ini.

Selain penyelesaian kredit, Royke menjelaskan KRAS tak hanya berkewajiban melunasi utangnya. Namun, KRAS juga berkewajiban untuk melakukan perbaikan kinerja agar produksi sesuai dengan apa yang disepakati.

Adapun untuk bunga pinjaman dalam restrukturisasi ini berada di bawah 5%. Sebab, pinjaman tersebut berbentuk dolar Amerika Serikat.