logo alinea.id logo alinea.id

Golkar sesalkan Kementerian ESDM batal menaikkan premium

Kebijakan kenaikan harga Premium adalah keputusan yang benar dan seharusnya dilanjuti implementasinya. 

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 15 Okt 2018 19:21 WIB
Golkar sesalkan Kementerian ESDM batal menaikkan premium

Wasekjen Partai Golongan Karya (Golkar) Maman Abdurrahman menyesalkan pembatalan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium oleh pemerintah. Padahal menurut Maman kebijakan kenaikan harga Premium adalah keputusan yang benar dan seharusnya dilanjuti implementasinya. 

"Tentu menyesalkan. Selama harga premium itu masih rendah, yang namanya bioetanol atau biodiesel itu tidak mungkin mampu bersaing," kata Maman di Gedung DPR, Jakarta, Senin (15/10).

Rencana pemerintah untuk menerapkan konversi energi alternatif tidak akan berhasil jika harga Premium tidak naik. Naiknya BBM Premium justru dapat mendorong konversi ke energi alternatif lainnya.

"Selama harga Premium masih jadi primadona masyarakat, pasti sulit. Masyarakat jelas akan tetap memilih Premium dibanding yang lain," tambahnya. 

Senada dengan Maman, Ketua Komisi VII DPR-RI Ridwan Hisjam dari Fraksi Golkar juga menyayangkan langkah pemerintah menaikan BBM itu terkesan coba-coba.

"Kalau naik, ya naik saja tapi sudah harus siap. Bukan trial-error dan bukan untuk coba lihat dulu respons masyarakat. Itu tetap ketelodoran Kementerian ESDM," tutur Ridwan Hisjam.

Di lain sisi, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Djoko Siswanto justru merasa BBM Premium belum perlu dinaikan. Keputusan mencabut kebijakan akan menaikkan BBM Premium masih di taraf wacana.

"Sebetulnya itu kan baru rencana mau dinaikan. Jadi belum dinaikan sebetulnya. Baru rencana. Belum diputuskan resmi. Dan saya rasa belum diperlukan sekarang. Masih pada wacana pembahasan," ujar Djoko Siswanto.

Sponsored

Mengenai kebijakan BBM Premium akan dinaikan tersebut bermula dari pengumuman resmi Menteri ESDM Ignatius Jonan. Ignatius menyampaikan pengumuman rencana kenaikan harga BBM bersubsidi jenis Premium di Sofitel Hotel, Nusa Dua, Bali, Rabu, (10/10) sore hari. 

Kenaikan BBM Premium tersebut nantinya akan mengalami penyesuaian menjadi Rp 7.000 per liter di daerah Jawa, Madura dan Bali (Jamali) dan Rp6.900 per liter di luar Jamali. Namun, belum kering pernyataan Ignatius Jonan tersebut dikemukakan, dalam hitungan jam kebijakan itu dicabut kembali oleh Kepala Biro Humas Komunikasi, Layanan Informasi, Publik dan Kerjasama Kementrian ESDM Agung Pribadi. Diketahui arahan pencabutan harga premium BBM tersebut datang langsung dari Presiden RI Joko Widodo. Alhasil, ESDM pun mengurungkan niat menaikan harga BBM berjenis Premium tersebut.