sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BCA kaji pengembangan produk pay later

Penggunaan pay later melengkapi metode pembayaran yang ada saat ini dan bukan merupakan tandingan dari kartu kredit.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Kamis, 22 Apr 2021 18:05 WIB
BCA kaji pengembangan produk pay later

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menyampaikan pihaknya mengkaji pengembangan produk pembayaran digital pay later.

Direktur BCA Santoso Liem mengatakan, metode membeli dengan mencicil ini menjadi pasar baru yang saat ini baru digarap oleh beberapa pemain.

"Dalam hal ini, BCA sedang mengamati untuk mengkaji kemungkinan produk ini untuk juga kami lakukan," kata Santoso dalam konferensi pers RUPST BCA, Kamis (22/4).

Santoso juga mengatakan, keberadaan pay later bukan merupakan saingan dari kartu kredit. Oleh karena itu, pihaknya tidak khawatir keberadaan pay later akan menggerus penggunaan kartu kredit.

Turunnya saldo outstanding kartu kredit BCA sebesar 10,2% YoY ke Rp11,1 triliun, dinilai bukanlah akibat dari maraknya penggunaan pay later

"Volume kartu kredit terjadi penurunan karena transaksi tatap muka dan nasabah yang biasa bertransaksi di luar negeri tidak bisa transaksi," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja menuturkan, penggunaan pay later melengkapi metode pembayaran yang ada saat ini. Menurutnya, keberadaan pay later bukanlah tandingan dari kartu kredit.

"Kita tahu penggunaan kartu kredit belum merata, sehingga pay later banyak digunakan mereka yang belum mempunyai kartu kredit. Jadi intinya ini bukan persaingan, bisa jadi pengguna pay later merupakan pasar baru," ujar Jahja dalam kesempatan yang sama.

Sponsored
Berita Lainnya