sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BEI bidik pendapatan tahun 2019 senilai Rp1,14 triliun

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membidik pendapatan pada tahun depan sebesar Rp1,14 triliun. Target tersebut meningkat 11,69% year-on-year.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Kamis, 25 Okt 2018 21:43 WIB
BEI bidik pendapatan tahun 2019 senilai Rp1,14 triliun
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 516.753
Dirawat 66.752
Meninggal 16.352
Sembuh 433.649

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membidik pendapatan pada tahun depan sebesar Rp1,14 triliun. Target tersebut meningkat 11,69% dibandingkan total pendapatan Rencana Kegiatan dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2018 yang telah direvisi sebesar Rp1,02 triliun. 

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi menjelaskan, peningkatan proyeksi tersebut didorong adanya perkiraan penambahan pada pos pendapatan usaha sebesar 11,25%. 

"Proyeksi atas biaya usaha BEI untuk 2019 sebesar Rp936,6 miliar sehingga laba sebelum pajak menjadi Rp201,27 miliar," ujarnya usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Gedung BEI, Jakarta, Kamis, (25/10).

Setelah dikurangi estimasi beban pajak sebesar Rp64,65 miliar, perkiraan perolehan laba bersih BEI pada tahun depan sebesar Rp136,62 miliar.

Lebih lanjut, Inarno menyebutkan, total aset perusahaan pada 2019 diproyeksikan sebesar Rp2,77 triliun. Angka itu naik 4,74% dari RKAT 2018 yang sudah direvisi atau sebesar Rp2,64 triliun. 

"Adapun saldo akhir kas dan setara kas termasuk investasi jangka pendek di 2019, diproyeksikan mencapai Rp809,18 miliar. RKAT 2019 ini telah disetujui dalam RUPSLB hari ini," jelas Inarno.

Sebagai informasi, RUPSLB BEI kali ini dihadiri oleh 104 pemegang saham dari 105 anggota bursa aktif. Jumlah tersebut setara dengan 99,05% dari jumlah pemegang saham yang memiliki hak suara. 

Angkat komisaris

Sponsored

Sementara itu, RUPSLB juga mengesahkan pengangkatan komisaris baru M. Noor Rachman. Dia adalah mantan Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

RUPSLB sendiri terdiri dari dua agenda, yaitu persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) tahun buku 2019 dan pengangkatan komisaris bursa untuk mengisi jabatan anggota dewan komisaris yang kosong.

Sebelumnya, posisi komisaris BEI mengalami kekosongan setelah Inarno Djayadi ditetapkan sebagai direktur utama BEI pada Juni lalu.

Berikut daftar komisaris BEI yang baru: 

1. M. Noor Rachman
2. John Aristianto Prasetion,
3. Garibaldi Thohir,
4. Herdra Kustarjo
5. Lydia Trivelly Azhar.

Berita Lainnya