sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

BEI dorong BUMN untuk IPO di periode kedua Jokowi

Belum ada perusahaan BUMN yang mendaftarkan diri untuk melakukan IPO dalam pipeline terbaru BEI.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 21 Okt 2019 11:22 WIB
BEI dorong BUMN untuk IPO di periode kedua Jokowi

Bursa Efek Indonesia (BEI) berharap akan lebih banyak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang masuk mencatatkan sahamnya pada periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo. Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengatakan perusahaan yang biasanya mencari pendanaan lewat perbankan, nantinya bisa memanfaatkan pasar modal sebagai alternatif baru.

"Saat ini kita harapkan lebih banyak perusahaan yang tercatat di bursa ke depannya. Terutama perusahaan BUMN," kata Inarno di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (21/10).

Inarno melanjutkan masih belum ada perusahaan BUMN yang mendaftarkan diri untuk menawarkan saham perdana atau initial public offering (IPO) dalam pipeline terbaru yang dikeluarkan BEI pada 7 Oktober 2019. Inarno berharap akan ada perusahaan BUMN di pipeline selanjutnya yang dikeluarkan BEI.

Sama halnya dengan BUMN, Inarno menyebut, perusahaan rintisan atau start-up yang telah menjadi unicorn juga tak masuk dalam pipeline IPO.

"Ya kita harapkan unicorn bisa IPO, tapi memang ada beberapa kendala," kata Inarno.

Inarno melanjutkan, BEI mendukung siapapun yang dipilih masuk ke dalam kabinet untuk lima tahun ke depan.

"Lima tahun ke depan, siapapun kita pasti dukung, yang paling penting kita menginginkan perekonomian yang stabil, politik yang stabil, itu saja sudah merupakan berkah yang luar biasa buat pasar modal," tutur Inarno.

Di luar itu, lanjut Inarno, dirinya berharap kabinet di bidang perekonomian yang dipilih Jokowi akan pro pada pasar modal.

Sponsored

Adapun 27 perusahaan tercatat yang masuk ke dalam pipeline per 7 Oktober 2019 tersebut adalah sebagai berikut.
1. PT Ifishdeco
2. PT Dana Brata Luhur
3. PT Alamanda Investama
4. PT Asia Sejahtera Mina
5. PT Singaraja Putra
6. PT Sinergi Inti Plastindo
7. PT Ginting Jaya Energi
8. PT Aneka Minera Indonesia
9. PT Palma Serasih
10. PT Mulia Boga Raya
11. PT Prima Globalindo Logistik
12. PT Cisadane Sawit Raya
13. PT Indo Bintang Mandiri
14. PT Repower Asia Indonesia
15. PT SAM Indonesia
16. PT Bank Amar Indonesia
17. PT Graha Belitung Utama
18. PT Harvest Time
19. PT Indonesia Fibreboard Industry
20. PT Lion Mentari
21. PT Jayant Perdana Indonesia
22. PT Austin Global Prima
23. PT Galva Technologies
24. PT Perintis Triniti Properti
25. PT Putra Mandiri Jembar
26. PT Putra Rajawali Kencana
27. PT Royalindo Investa Wijaya