sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BEI kantongi laba bersih Rp445 miliar, naik 67,4% di 2019

Total pendapatan BEI pada 2019 naik 16,2%, sedangkan jumlah beban juga naik 5,3%.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 30 Jun 2020 15:45 WIB
BEI kantongi laba bersih Rp445 miliar, naik 67,4% di 2019
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 68079
Dirawat 33135
Meninggal 3359
Sembuh 31585

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat membukukan kinerja positif pada 2019 lalu. BEI membukukan pendapatan usaha sejumlah Rp1,56 triliun pada tahun 2019 atau meningkat 12,4% dari tahun 2018 senilai Rp1,38 triliun.

Secara keseluruhan, jumlah total pendapatan BEI pada 2019 naik 16,2% menjadi Rp1,91 triliun dari tahun 2018 sebesar Rp1,64 triliun. Kemudian, jumlah beban di tahun 2019 tercatat meningkat 5,3% menjadi Rp1,33 triliun dari tahun 2018.

"Meski terdapat kenaikan beban, BEI tetap mencatatkan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp445 miliar di tahun 2019 atau tumbuh 67,4%," kata Direktur Utama BEI Inarno Djajadi dalam konferensi virtual BEI, Selasa (30/6).

Pada 2019, nilai total aset BEI juga tercatat meningkat 5,8% menjadi Rp7,20 triliun dari tahun 2018. Namun, total kewajiban perusahaan (liabilitas) tercatat turun 5,8% menjadi Rp2,75 triliun.

Inarno mengatakan komponen utama penurunan tersebut berasal dari liabilitas penyelesaian transaksi bursa. Adapun total ekuitas perusahaan pada 2019 tercatat sebesar Rp4,45 triliun atau mengalami kenaikan 14,6% dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari segi perdagangan, tahun 2019 lalu BEI berhasil menjadi bursa yang mencapai jumlah frekuensi transaksi harian saham tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Pada 2019, rata-rata transaksi harian BEI mencapai 469.000 transaksi per hari, lebih unggul dari Thailand sejumlah 308.000 transaksi per hari.

Kemudian dari segi perusahaan tercatat, pada 2019 BEI berhasil memfasilitasi 76 pencatatan efek baru. Efek baru tersebut terdiri dari 55 perusahaan tercatat, yang merupakan angka pencatatan tertinggi di Asean, lalu diikuti pencatatan 14 Exchange Traded Fund (ETF), dua Efek Beragun Aset (EBA), dua perusahaan penerbit obligasi baru, dua Dana Investasi Real Estate (DIRE), dan satu Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA).

Dari segi pengembangan investor, pada 2019 total jumlah investor di pasar modal Indonesia mencapai 2,48 juta atau mengalami pertumbuhan 53% dari tahun 2018 sebanyak 1,6 juta. Sementara pada periode yang sama, investor saham telah mencapai 1,10 juta investor atau naik 30% dibandingkan tahun 2018 sebanyak 852.000 investor.

Sponsored

"Sampai dengan Mei 2020, jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 2,81 juta, dengan investor saham mencapai angka 1,19 juta investor," tuturnya.

Berita Lainnya