sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BEI: Laba bersih emiten turun 19,71% di kuartal I-2020

Laba bersih berasal dari 296 perusahaan atau sekitar 43,3% dari total perusahaan yang tercatat di BEI.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Jumat, 26 Jun 2020 18:18 WIB
BEI: Laba bersih emiten turun 19,71% di kuartal I-2020
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 63749
Dirawat 30834
Meninggal 3171
Sembuh 29105

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total agregat laba bersih 296 perusahaan tercatat di BEI pada kuartal I-2020 mencapai Rp63,4 triliun atau mengalami penurunan 19,71% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi menyampaikan 296 perusahaan tersebut porsinya baru 43,3% dari total perusahaan yang tercatat di BEI. Namun, lanjutnya, penghitungan kinerja perusahaan masih mungkin bertambah.

"Nilai perhitungan kinerja keuangan perusahaan tercatat ini akan terus bergerak, mengingat batas waktu penyampaian laporan keuangan kuartal I-2020 direlaksasi sampai dengan akhir 30 Juni 2020," katanya dalam video conference, Jumat (26/6).

Menurut Inarno, rendahnya komposisi persentase penyampaian laporan keuangan perusahaan tercatat dikarenakan pandemi Covid-19. Tak hanya di Indonesia, masih minimnya penyampaian laporan keuangan juga terjadi di kawasan regional ASEAN, seperti Singapura yang sebesar 34% dan Malaysia 66%.

Meski demikian, jika dilihat dari kinerja keuangan perusahaan yang tercatat di lantai bursa, hanya Indonesia yang masih mengalami pertumbuhan pendapatan sebesar 1% dibandingkan dengan negara-negara dalam kawasan.

"Dari sisi revenue, kami bandingkan dengan negara di ASEAN lainnya, ternyata juga mengalami hal yang sama, malah relatif lebih berat. Di ASEAN cuma Indonesia yang ada pertumbuhan revenue," ujarnya. 

Dia memaparkan, di negara ASEAN lain seperti Singapura mengalami penurunan pendapatan hingga minus 16%, Malaysia minus 5%, Thailand minus 2%. Hanya Indonesia yang tumbuh positif.

Selanjutnya, dari sisi investor pasar modal di Indonesia, sampai dengan Mei 2020, terdapat pertumbuhan jumlah investor sebesar 13% menjadi 2,8 juta investor, yang terdiri dari investor saham, reksa dana, dan obligasi. Inarno merinci, investor saham mengalami kenaikan sebesar 8% dari tahun 2019 atau mencapai jumlah 1,19 juta investor saham berdasarkan Single Investor Identification (SID) per Mei 2020.

Sponsored
Berita Lainnya